560 Calon Tamtama TNI AU Digembleng jadi Prajurit Tangguh dan Profesional lewat Latganda

Jakarta, IDM – Sebanyak 560 prajurit siswa (Prasis) Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) Angkatan ke-92 digembleng menjadi personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang tangguh serta profesional melalui Latihan Berganda (Latganda) pada 18-22 Juni 2026.
Latihan tersebut disusun dengan skenario yang mendekati kondisi medan tugas sebenarnya sebagai tahap implementasi dari berbagai materi yang telah diterima para Prasis selama menjalani pendidikan. Melansir laman TNI AU, materi-materi Latganda di antaranya long march, navigasi darat, ketangkasan dan survival, serta Taktik Kesatuan Kecil (TKK).
Baca Juga: Kenapa Marinir Masukkan Materi Pertanian-Ekonomi di Latihan Komcad Manajer Merah Putih?
Melalui latihan tersebut, para Prasis diuji dalam aspek fisik, mental, disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan menghadapi tantangan di lapangan.

Rangkaian latihan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo di Skadron Pendidikan (Skadik) 403, Kamis (18/6).
“Latihan Berganda merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan untuk mengaplikasikan seluruh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan,” tutur Heru dikutip dari keterangan foto dalam unggahan Instagram @wingdik400matukjur, Sabtu (20/6).
Baca Juga: TNI-Militer Singapura Berbagi Data Intelijen, Analisa Potensi Terorisme Dampak Konflik Timur Tengah
Sehari berselang usai upacara pembukaan, ratusan Prasis mulai menjalani materi long march yang berlangsung di Kabupaten Boyolali, Jumat (19/6), dengan jarak tempuh sekitar 16 kilometer.
Belasan kilometer tersebut dibagi menjadi tiga etape untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran latihan, dimulai dari Dukuh Girang Ledok, Desa Guli, Kecamatan Nogosari hingga mencapai titik akhir di Dukuh Mangunan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































