HANKAM

560 Calon Tamtama TNI AU Digembleng jadi Prajurit Tangguh dan Profesional lewat Latganda

Prasis Semata PK TNI AU
Prasis Semata PK TNI AU Angkatan ke-92 menjalani long march sebagai bagian dari materi Latihan Berganda. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

Jakarta, IDM – Sebanyak 560 prajurit siswa (Prasis) Sekolah Pertama Tamtama Prajurit Karier (Semata PK) Angkatan ke-92 digembleng menjadi personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang tangguh serta profesional melalui Latihan Berganda (Latganda) pada 18-22 Juni 2026.

Latihan tersebut disusun dengan skenario yang mendekati kondisi medan tugas sebenarnya sebagai tahap implementasi dari berbagai materi yang telah diterima para Prasis selama menjalani pendidikan. Melansir laman TNI AU, materi-materi Latganda di antaranya long march, navigasi darat, ketangkasan dan survival, serta Taktik Kesatuan Kecil (TKK).

Baca Juga: Kenapa Marinir Masukkan Materi Pertanian-Ekonomi di Latihan Komcad Manajer Merah Putih?

Melalui latihan tersebut, para Prasis diuji dalam aspek fisik, mental, disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan menghadapi tantangan di lapangan.

Danwingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo
Danwingdik 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo membuka Latihan Berganda Prasis Semata PK TNI AU Angkatan ke-92. (Foto: Dok. Instagram @wingdik400matukjur)

Rangkaian latihan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Komandan Wing Pendidikan (Danwingdik) 400/Matukjur Kolonel Pas Heru Widodo di Skadron Pendidikan (Skadik) 403, Kamis (18/6).

“Latihan Berganda merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan untuk mengaplikasikan seluruh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan,” tutur Heru dikutip dari keterangan foto dalam unggahan Instagram @wingdik400matukjur, Sabtu (20/6).

Baca Juga: TNI-Militer Singapura Berbagi Data Intelijen, Analisa Potensi Terorisme Dampak Konflik Timur Tengah

Sehari berselang usai upacara pembukaan, ratusan Prasis mulai menjalani materi long march yang berlangsung di Kabupaten Boyolali, Jumat (19/6), dengan jarak tempuh sekitar 16 kilometer.

Belasan kilometer tersebut dibagi menjadi tiga etape untuk mengoptimalkan pencapaian sasaran latihan, dimulai dari Dukuh Girang Ledok, Desa Guli, Kecamatan Nogosari hingga mencapai titik akhir di Dukuh Mangunan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.