56 Pati Naik Pangkat dan Mengemban Tugas di Luar Struktur TNI AD

Jakarta, IDM – Sebanyak 56 Perwira Tinggi (Pati) naik pangkat dan akan bertugas di luar struktur TNI AD dan tetap memegang amanah penting bagi institusi dan negara.
Dilansir dari keterangan Penkodiklatad, Rabu (3/12), selain 56 Pati ini ada juga 24 Pati yang naik pangkat dan mengemban tugas di dalam struktur organisasi TNI AD.
Baca Juga: TNI AU Kirim Logistik dengan Metode ‘Payung Low Cost Low Altitude’ dari Super Hercules
"Total sebanyak 80 Pati TNI AD resmi menerima kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi, prestasi dan pengabdiannya di berbagai penugasan," tulis keterangan Penkodiklatad.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat memimpin upacara laporan kenaikan pangkat di Mabesad, Senin (1/12), menegaskan bahwa para Pati TNI AD memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program nasional yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: TNI AD Kirim 88.457 Kilogram Bantuan untuk Sumatra
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kekompakan dalam mengawal program pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan program makan bergizi serta meningkatkan kesejahteraan prajurit melalui penguatan program perumahan non-dinas TWP.
"Banyak kesempatan kita dalam mendukung program-program pemerintah, seperti ketahanan pangan dan program makan bergizi. Kita harus kompak. Kami pejabat utama di Mabesad selalu berdiskusi bagaimana meningkatkan kesejahteraan prajurit terutama perumahan non dinas melalui program TWP,” kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































