550 Komcad Matra Laut Jalani Latihan Dasar Militer di Surabaya

Jakarta, IDM – Sebanyak 550 anggota Komponen Cadangan (Komcad) Matra Laut 2025 resmi mengikuti latihan dasar militer di Komando Pendidikan Marinir, Surabaya, Senin (22/9).
Upacara pembukaan latihan dasar militer tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Laut (Aster KSAL) Laksamana Muda Bram Rusman Namin, dihadiri Wakil Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) Laksamana Pertama Singgih Sugiarto.
Bram saat membacakan amanat Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, menyebutkan pembentukan Komcad merupakan bagian dari strategi pertahanan semesta atau Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang melibatkan seluruh sumber daya nasional untuk menghadapi dinamika lingkungan strategis.
Baca Juga: Panglima TNI Minta Satgas Berikan Pelayanan Kesehatan melalui Puskesmas di Papua
Selain memperkuat pertahanan negara, keberadaan komponen cadangan juga membawa manfaat strategis. Sifatnya yang tidak selalu aktif membuatnya efisien dari sisi anggaran, sekaligus memberi kontribusi pada peningkatan indeks pembangunan manusia (HDI).
"Partisipasi masyarakat dalam Komcad tidak hanya memperkuat sistem pertahanan, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ujarnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodiklatal.
Ia menambahkan, Komcad sendiri bersifat sukarela, dengan rekrutmen melalui aplikasi sistem informasi sumber daya pertahanan Ditjen Pothan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Baca Juga: Jenderal Maruli Jago Tembak, Pimpin Para Pati Raih Juara Pertama Kalahkan Matra Lain
Peserta yang lolos seleksi wajib menjalani latihan dasar militer sebelum resmi ditetapkan sebagai bagian dari cadangan pertahanan dengan masa pengabdian hingga usia 48 tahun.
"Setiap peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian dengan penuh tanggung jawab, semangat, dan dedikasi," tutupnya.
Perjalanan Komcad di Indonesia
Program Komcad mulai berjalan pada 2021. Saat itu, Kementerian Pertahanan menetapkan sekitar 3.103 personel Komcad Matra Darat sebagai angkatan pertama.
Baca Juga: TNI AD Gelar Persami di Sanggabuana, Diikuti 964 Siswa dari 13 Sekolah
Pada 2022, jumlahnya bertambah dengan penetapan sekitar 2.974 Komcad lintas matra (darat, laut, dan udara). Tahun berikutnya, 2023, Kemhan kembali menetapkan 3.745 Komcad baru setelah menjalani Latsarmil.
Memasuki 2024, sebanyak 1.145 mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) resmi ditetapkan sebagai Komcad Matra Darat setelah menempuh pelatihan dasar militer. Dengan tambahan ini, total Komcad hingga 2024 telah mencapai lebih dari 10 ribu orang, dan menurut catatan publik sudah mencapai sekitar 12 ribu personel dari ketiga matra.
Untuk 2025, pemerintah melanjutkan proses pembentukan Komcad secara bertahap sesuai kebijakan pertahanan nasional. Kehadiran 550 Komcad Matra Laut yang kini menjalani latihan dasar militer di Surabaya menjadi bagian dari kelanjutan program tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































