HANKAM

511 Taruna Akmil Lulus Pendidikan, Pesan KSAD agar Tingkatkan Kompetensi dan Lahirkan Inovasi

KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menutup pendidikan sekaligus memberikan pembekalan kepada 511 Taruna/Taruni Akademi Militer Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026 di Gedung Moch. Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Kamis (9/7). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Sebanyak 511 Taruna/Taruni Akademi Militer (Akmil) resmi menyelesaikan pendidikan tingkat III/Sermatar periode 2025/2026.

Kepastian ini ditandai dengan penutupan pendidikan sekaligus pemberian pembekalan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Gedung Moch. Lily Rochli, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/7).

Maruli pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh Taruna dan Taruni yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di Akademi Militer. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, ketekunan, semangat pantang menyerah, serta doa dan dukungan dari orang tua maupun keluarga.

Baca Juga: Sita Senjata hingga Rebut 4 Markas OPM, Belasan Prajurit Marinir Naik Pangkat

Ia menegaskan bahwa penyerahan ijazah bukan sekadar simbol pencapaian akademik, melainkan tonggak awal untuk mempersiapkan diri menjadi calon Perwira Remaja TNI AD yang mampu menjawab berbagai tantangan tugas di masa depan. Oleh karena itu, para Taruna dan Taruni diharapkan terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun karakter kepemimpinan yang kuat.

“Jadilah Perwira Ksatria Muda Pelindung Bangsa yang profesional, berintegritas, adaptif, serta senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dalam setiap pelaksanaan tugas,” kata Maruli.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Minta Pembangunan Yonif TP juga Dibarengi Pembinaan SDM Berkualitas

Lebih lanjut, Maruli juga mendorong para Taruna dan Taruni untuk terus mengembangkan kapasitas akademik hingga jenjang yang lebih tinggi, melahirkan berbagai inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan TNI Angkatan Darat dan pembangunan bangsa.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Rano Tilaar melaporkan bahwa Taruna/Taruni Tingkat III/Sermatar Tahun Pendidikan 2025/2026 berjumlah 514 orang, terdiri atas 482 Taruna, dua Taruna Siswa Tamu, dan 30 Taruni. Dari jumlah tersebut, tiga Taruna sedang mengikuti pendidikan di luar negeri, masing-masing di United States Military Academy (USMA) Amerika Serikat, Australian Defence Force Academy (ADFA) Australia, dan Royal Military Academy Sandhurst (RMAS) Inggris. Dengan demikian, sebanyak 511 Taruna/Taruni mengikuti kegiatan penutupan pendidikan dan pembekalan secara langsung.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.