HANKAM

51 KRI, 7 Kapal Pemerintah, dan 7 Kapal ADRI Akan Ikut Sailing Pass HUT ke-80 TNI

Tactical floor game
Tactical floor game (TFG) presidential inspection menjelang sailing pass HUT ke-80 TNI. (Foto: Dok. Bakamla RI)

Jakarta, IDM – Sebanyak 51 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) akan melaksanakan sailing pass pada rangkaian perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-80 TNI di Teluk Jakarta, 2 Oktober mendatang.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI akan mengerahkan KN Tanjung Datu-301 dalam sailing pass tersebut. KN Tanjung Datu-301 bakal tergabung dalam tujuh kapal pemerintah.

“Menurut paparan perencanaan, gelar pasukan laut dan udara nantinya akan melibatkan 51 KRI, tujuh kapal pemerintah (termasuk unsur Bakamla), enam kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI), serta puluhan kapal ikan Indonesia,” tulis siaran pers Bakamla RI, Jumat (19/9).

Baca Juga: Jelang HUT ke-80 TNI, KRI Brawijaya dan KRI Diponegoro Latihan Manuver di Laut Jawa

Sailing pass dan demo udara juga akan melibatkan 26 pesawat udara, tiga drone, enam sea rider/RHIB, 28 RIB, 25 jetski, satu tank boat, dan KAL Kopaska.

“Lebih dari 5.000 personel militer serta 1.500 personel sipil akan ambil bagian,” tulis siaran pers Bakamla tersebut.

Tactical floor game
Lebih dari 5.000 personel militer dan 1.500 personel sipil akan ambil bagian.(Foto: Dok. Bakamla RI)

Terbaru, Bakamla RI turut berpartisipasi dalam tactical floor game (TFG) presidential inspection di Gelanggang Olaharga OB Syaaf, Markas Komando Armada RI, Jakarta, Kamis (18/9).

Bakamla RI diwakili oleh Komandan KN. Tanjung Datu-301 Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, didampingi Kadepsenbah Kapten Bakamla Zaenal Abidin dan Bakes Serka Bakamla Raynaldo.

Baca Juga: Kolonel TNI AU Tuntaskan Pendidikan Strategis di Royal Thai Air Force Air War College

TFG ini menjadi tahapan krusial dalam persiapan sailing pass dan demonstrasi laut yang akan digelar di Perairan Teluk Jakarta pada 2 Oktober 2025.

Latihan mempertemukan berbagai unsur maritim dan pertahanan, termasuk TNI Angkatan Laut, Bakamla RI, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Pelni, Bea Cukai, Polisi Air, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Basarnas, serta ditunjang dengan pesawat udara dan helikopter.

Selain sailing pass dan demonstrasi laut, akan ditampilkan pula demo pasukan khusus laut (pasusla) berupa operasi pembebasan sandera di laut, serta manuver flypast formasi pesawat udara dengan atraksi asap merah putih. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.