500 Personel Marinir TNI AL Bantu Evakuasi Korban Gempa Cianjur

Jakarta, IDM - TNI AL mengerahkan sekitar 500 personel Satgas Peduli Cianjur dari satuan Korps Marinir untuk membantu evakuasi korban gempa di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11).
Pada hari ini, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto memimpin upacara pelepasan 400 personel Pasmar 1 Marinir dari Jakarta. Sebelumnya, pada Senin (21/11) malam, Marinir telah mengirim 100 personel Marinir ke Cianjur.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan dari 100 personel Marinir tersebut, 38 di antaranya adalah personel dari tim kesehatan dan terdapat sembilan dokter yang akan membantu penanganan medis warga Cianjur pascagempa.

"Ada sembilan tenaga dokter yang kita kirim, terdiri dari dokter bedah, umum, tulang, anestesi, dan juga para tenaga perawat kesehatan," kata Yudo kepada awak media, di Mabesal, Cilangkap, Jakarta.
Baca: Jenderal Angkatan Bersenjata Australia Akui Kehebatan Pasukan TNI AL
Yudo mengungkapkan, siang ini Mabesal memberangkatkan sekitar 25 truk bantuan evakuasi korban gempa Cianjur. Selain untuk bantuan medis, para personel Marinir juga akan dikerahkan dalam pemberian sembako hingga membangun sarana dan prasarana yang terputus pascagempa 5,6 skala richter.
"Ini akan kita kerjakan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, maupun instansi terkait dan tanggap darurat yang ada di Cianjur," ujar Yudo. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































