50 Prajurit Wakili TNI AD Ikuti JOCIT-A di Australia

Jakarta, IDM - Sebanyak 50 prajurit mewakili TNI AD ikuti kegiatan Junior Officer Combat Intructor Trainee Australia (JOCIT-A) di negeri Kangguru, Australia.
Hal ini diungkapkan Danyonif R 755/Yalet Letkol Inf Kunto Adi Setiawan dalam keterangan resminya diterima Rabu, (22/2).
Menurut Adi, salah satu prajurit di batalyonnya yaitu Lettu Inf Prayoga Restu diikutsertakan dalam kegiatan ini.
"Demi meningkatkan pengetahuan dan kemampuan prajurit Yonif R 755/Yalet," kata Adi.

Dijelaskan Adi, bahwa sebelumnya para peserta JOCIT melaksankan serangkaian tes dan kegiatan didaerah latihan Cipatat, Pusdikif, Pussenif dalam rangkaian kegiatan Junior Officer Combat Instructor Trainee-Indonesia, dengan di datangnya Pelatih dari Angkatan Darat Australia, dan Angkatan Darat Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan seperti pengujian kemampuan Bahasa Inggris, Kesegaran Jasmani, Kesehatan, serta berbagai tes Akademik seperti kemampuan Teknis dan Taktis Kemiliteran. Personel yang terpilih akan di berangkatkan guna melaksankan latihan lanjutan di Australia.
Adapun materi yang menjadi inti pelatihan JOCIT-A adalah Jungle Warefare (Perang Hutan) namun ada juga materi tambahan yang harus dilaksanakan selama melaksankan kegiatan di Tully, Australia.
Pada tahap pertama peserta JOCIT-A melaksankan pembekalan di DITC (Defense International Training Centre) bertempat di Leverton, Australia. Peserta mendapat pembekalan tentang Australian History, Australian Defence Force (ADF),Slang, Culture and Georaphic.
Tahap selanjutnya Peserta JOCIT - A bergeser ke Combat Training Centre bertempat di Tully, Australia. Di sini pun peserta Jocit juga mendapatkan pembekalan dan melaksankan materi yang sudah disiapkan seperti Austeyr, Bayonette, TEWTS (Tactical Exercise Without Troops), Military Obstacle Course, Camp Clearance, Tactical Technique Procedure (TTP), dan True Grit.
Baca: Deretan Enam Perwira Tinggi Marinir yang Naik Pangkat
"Ilmu yang didapat di Negeri Kangguru tersebut diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan dan pengalaman bagi prajurit yang berada di ujung timur Indonesia ini, dengan semakin gesitnya perkembangan teknologi dan taktik militer di dunia, kami juga harus tetap mengupgrade kemampuan prajurit untuk menjaga keutuhan NKRI di wilayah Timur," kata Adi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































