50 Perwira Tinggi TNI AD Ikuti Diklat Sertifikasi Kompetensi Pengawas Intern Eksekutif

Bogor, IDM - TNI Angkatan Darat menggelar diklat sertifikasi kompetensi pengawas intern eksekutif Perwira Tinggi TNI AD selama empat hari di Bogor, Jawa Barat, Senin (28/11). Kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki tata kelola organisasi sehingga terselenggara program kerja yang tertib.
Diklat yang digelar sejak tanggal 28 November sampai 1 Desember 2022 ini mengusung tema “Sertifikasi Kompetensi Pengawas Intern Eksekutif Perwira Tinggi TNI AD TA 2022 Guna Meningkatkan Kapabilitas dan Kompetensi APIP Dalam Rangka mendukung Program Kerja TNI AD” yang diikuti oleh 50 Perwira Tinggi Angkatan Darat yang menduduki jabatan Inspektorat Kodam.
Inspektur Jenderal TNI AD (Irjenad) Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan ini mengatakan, bahwa diklat sertifikasi yang pertama dilaksanakan di lingkungan TNI AD ini merupakan penjabaran perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
“Kegiatan ini merupakan penjabaran perintah Bapak Kasad untuk menjamin terselenggaranya semua program TNI Angkatan Darat secara tertib,” ucapnya.
Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang PIP Polhukam PMK BPKP dalam sambutannya yang dibacakan Yan Setiadi selaku Direktur Pengawasan Bidang Pertahanan dan Keamanan Bidang PIP Polhukam PMK BPKP menyampaikan, bahwa berdasarkan PP nomor 11 tahun 2017 bahwa tujuan pelatihan adalah dalam rangka pengembangan kompetensi teknis bagi Aparatur Sipil Negara melalui pelatihan untuk memenuhi kebutuhan standar kompetensi jabatan dan pengembangan karier.
Baca: KSAD Terima Brevet Hiu Kencana dari KSAL
“Melalui program sertifikasi dan kompetensi ini, diharapkan para peserta akan mampu membawa unit atau satuan kerja pengawasan intern yang dipimpin dapat berkontribusi positif bagi institusi, terutama dalam hal tata kelola manajemen risiko dan pengendalian,” ujarnya.
Selama 4 hari pelaksanaan kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan materi pelatihan antara lain pengawasan intern, tata kelola manajemen risiko dan pengendalian intern, risk based decision making, fraud audit, dan manajemen pengawasan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































