5 Hari Dinyatakan Hilang, TNI AL Temukan Nelayan Banten Terdampar di Tasikmalaya

Jakarta, IDM - Seorang nelayan bernama Makmur (56), berhasil ditemukan tim search and rescue (SAR) gabungan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten, pascalima hari dinyatakan hilang.
Danposal Binuangeun Letda Laut (S) Sukamdani, mengatakan pihaknya membawa Makmur ke Puskesmas terdekat, untuk diberikan perawatan Medis. "Kami bawa ke puskesmas, untuk diberikan penanganan medis, khawatir dia kelelahan akibat terlalu lama di tengah laut," jelasnya dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (3/2).

Sebelumnya, Makmur yang kala itu melaut menggunakan kapal KM Dimas, sempat menghubungi keluarga dan mengaku kehabisan bahan bakar di perairan Cihara Cibobos, Lebak, Banten. Ia pun berinisiatif lego jangkar, tapi gagal karena cuaca yang tidak bersahabat sehingga tali jangkar putus.
Mendapat informasi tersebut, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin memerintahkan Bintara Pembinaan Potensi Maritim (Babinpotmar) Posal Binuangeun Lanal Banten Serma Budi, tim SAR gabungan Lanal Banten untuk Makmur, namun tidak ditemukan.
Baca: Dampingi Menhan ke Turki, Danjen Kopassus Akan Jalin Kerja Sama Latihan Militer
Setelah lima hari terombang-ambing di tengah laut, akhirnya tim SAR gabungan Lanal Banten berhasil menemukan Makmur terbawa arus sejauh 142 mil laut di Pantai Pangkalan Desa Mandala Jaya, Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat dalam keadaan selamat. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































