HANKAM

413 Bintara Lulusan Setukba A-50 TNI AU Resmi Sandang Pangkat Sersan Dua

Setukba
Ratusan bintara baru TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI AU Angkatan ke-50. (Foto: Dok. Penerangan Wingdik 400/Matukjur)

Jakarta, IDM – Sebanyak 413 bintara baru TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi mengawali pengabdian setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pembentukan Bintara (Setukba) TNI AU Angkatan ke-50 Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur.

Mereka dilantik dengan pangkat Sersan Dua (Serda) dalam upacara di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Kamis (23/7). Pelantikan tersebut dipimpin Wakil Komandan Kodiklatau Marsda TNI Benny Arfan yang mewakili Komandan Kodiklatau Marsdya TNI T.B.H. Age Wiraksono. Dari seluruh peserta didik, Serda Aditya Firmansyah dari Sat Bravo dinobatkan sebagai lulusan terbaik Setukba TNI AU Angkatan ke-50.

Baca Juga: Pertemuan DCC Ketiga, Indonesia dan Singapura Bahas Kawasan Latihan Militer

Memasuki penugasan perdana, para Bintara diingatkan agar tidak menganggap selesainya pendidikan sebagai akhir proses pembelajaran. Sebaliknya, pengalaman selama menempuh pendidikan harus menjadi pijakan untuk terus mengembangkan kompetensi dan profesionalisme di satuan masing-masing.

Setukba
Wadan Kodiklatau Marsda TNI Benny Arfan memimpin upacara pelantikan di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo. (Foto: Dok. Penerangan Wingdik 400/Matukjur)

"Bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, disiplin, dan karakter yang diperoleh selama pendidikan diharapkan menjadi modal utama dalam menjalankan tugas secara profesional serta terus meningkatkan kompetensi di satuan masing-masing," ujar Komandan Kodiklatau sebagaimana dikutip dari siaran pers Penerangan Wingdik 400/Matukjur, Kamis (23/7).

Baca Juga: TNI AU-RTAF Sepakat Perluas Kerja Sama Strategis, Siber hingga Ruang Angkasa

Pesan tersebut, menurut Komandan Kodiklatau, menjadi semakin relevan di tengah transformasi organisasi, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta pesatnya perkembangan teknologi pertahanan. Kondisi tersebut juga menuntut setiap prajurit memiliki kemampuan beradaptasi, terus meningkatkan kapasitas, dan menjaga profesionalisme agar mampu menjawab kebutuhan organisasi.

Dengan bekal itu, para Bintara baru diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas di satuan sekaligus berkontribusi terhadap terwujudnya visi TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis).

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.