4 Prajurit TNI AU Gugur dalam Insiden Jatuhnya 2 Pesawat Super Tucano

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengonfirmasi 4 prajurit terbaiknya gugur dalam insiden jatuhnya 2 pesawat Super Tucano di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (16/11).
Dilansir dari keterangan TNI AU dalam instagram resmi mereka @militer.udara disebutkan, keempat prajurit itu adalah Kolonel Pnb Subhan, Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya, Letkol Pnb Sandhra Gunawan, dan Mayor Pnb Yuda Anggara.
"Turut berduka cita kepada prajurit terbaik TNI AU yang gugur dalam melaksanakan tugas. Semoga perjuangan dan amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin," ungkap KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo seperti dikutip dari unggahan instagram TNI AU.
Baca Juga: 6 Prajurit Kostrad dapat Penghargaan dari Pangkostrad
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI R. Agung Sasongkojati menjelaskan bahwa keempat prajurit itu mengawaki 2 pesawat Super Tucano dengan tail number masing-masing TT-3111 dan TT-3103.

Pesawat-pesawat itu dilaporkan hilang kontak (lost contact) pada pukul 11.18 saat melakukan latihan formasi secara rutin setelah take off dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang pada pukul 10.51.
Agung menambahkan, kedua Super Tucano yang berasal dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh itu dalam kondisi baik dan tidak ada masalah.
Baca Juga: Dapat Roda Kompas, KSAD Resmi Jadi Warga Kehormatan Korps Brimob
"Pesawat ini sedang menjalankan latihan profisiensi formasi, di mana biasanya dalam menjalankan latihan ini sudah dibuat rencananya, yaitu jalur terbang railing area a, b, c, dan kembali ke Abdulrachman Saleh," jelas Kadispenau dalam konferensi persnya.
"Setelah take off bergabung dalam formasi dan sesaat kemudian cuaca kurang baik. Pesawat sudah melepaskan diri, namun saat itulah terjadi kehilangan kontak terhadap pesawat nomor 1 dan 3, yaitu TT-3311 dan TT-3103," pungkas Agung. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































