4 Pesan KSAL ke Perwira Lulusan Seskoal: Sentil Hedonisme hingga Ambisi Jabatan

Jakarta, IDM – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan amanat menohok kepada ratusan perwira menengah yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal). Ali menitipkan empat pesan penting, mulai dari larangan hidup mewah hingga peringatan keras soal perebutan jabatan.
Wejangan tegas tersebut mengemuka saat Ali memimpin langsung upacara penutupan pendidikan reguler angkatan ke-65 sekaligus wisuda pascasarjana angkatan ke-63 di Seskoal, Cipulir, Jakarta, Kamis (18/6).
Baca Juga: TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa, Fokus HADR dan Latihan Siber
Ali mematok standar moral tinggi bagi para perwira alumni yang kelak menjadi calon pemimpin masa depan TNI dan TNI AL. Poin utama yang menjadi sorotan dalam pidatonya adalah peringatan agar menjauhi perilaku konsumtif atau bermegah-megahan.
"Hindari pola hidup hedonis. Jangan sekali-kali tergoda oleh ambisi jabatan, popularitas, atau kemewahan semu yang dapat merusak moral dan mencederai sumpah prajurit," ujar Ali saat membacakan amanatnya di hadapan para wisudawan.
Ali kemudian merinci empat instruksi mutlak sebagai pedoman dinas para prajurit matra laut. Pesan pertama menitikberatkan pada penguatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai fondasi spiritual prajurit.
Selanjutnya pada poin kedua, Ali menginstruksikan pengamalan nilai-nilai Sapta Marga, sumpah prajurit, dan Trisila TNI AL sekaligus menjauhi ambisi jabatan dan popularitas semu. Untuk pesan ketiga, ia meminta seluruh perwira memegang teguh integritas, kejujuran, serta keikhlasan dalam bertugas.
Terakhir pada poin keempat, para lulusan wajib mengaplikasikan dan terus mengembangkan seluruh ilmu pengetahuan yang telah mereka serap selama berada di lembaga pendidikan. Melalui bekal tersebut, perwira alumni mengemban tanggung jawab besar untuk melahirkan terobosan baru serta berani mengambil keputusan cepat di tengah situasi krisis.
Baca Juga: Sertijab Dua Jabatan Strategis TNI, Marsda Muzafar Resmi jadi Pangkogabwilhan II
Sebanyak 142 perwira siswa angkatan ke-63 resmi menyandang gelar Magister Terapan Strategi Operasi Laut, sementara angkatan ke-65 meluluskan 129 perwira siswa.
Para lulusan ini terdiri atas perwira menengah matra laut, darat, udara, serta Korps Bhayangkara. Selain aparat domestik, Seskoal juga meluluskan sejumlah perwira militer dari berbagai negara sahabat yang ikut menempuh pendidikan komando di Jakarta.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































