34 Hari Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Bangun Jembatan Gantung Sekayam untuk Warga Perbatasan

Jakarta, IDM – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–Malaysia Yonarhanud 1 Kostrad kembali menunjukkan komitmen nyata dalam pengabdian kepada masyarakat perbatasan dengan meresmikan Jembatan Gantung Sekayam di Dusun Mangkau, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Sabtu (13/12).
Peresmian jembatan tersebut dilakukan oleh Komandan Kolakopsrem 121/Alambhana Wanawai (Abw) Brigjen TNI Purnomosidi, sekaligus menandai selesainya pembangunan infrastruktur vital yang sangat dibutuhkan masyarakat setempat.
Kehadiran jembatan ini menjadi simbol kuat sinergi antara Kementerian Pertahanan RI, Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad, serta komunitas Vertical Rescue Indonesia dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.
Baca Juga: Intip Seragam Denpom Kopassus, PDL Kombinasi Perlengkapan Taktis Modern
Jembatan gantung Sekayam dibangun dengan panjang sekitar 140 meter dan lebar 1,2 meter. Proses pembangunannya berlangsung selama 34 hari dan dikerjakan secara gotong royong oleh prajurit Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad bersama masyarakat Dusun Mangkau. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perbatasan.
Keberadaan jembatan gantung ini menjadi solusi atas keterbatasan akses antardusun yang selama ini dihadapi warga. Sebelumnya, masyarakat, termasuk anak-anak sekolah, harus menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu dengan tingkat risiko keselamatan yang tinggi, terutama saat debit air meningkat. Dengan diresmikannya jembatan ini, mobilitas warga menjadi lebih aman, lancar, dan mendukung aktivitas ekonomi maupun pendidikan sehari-hari.
Selain pembangunan jembatan, Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad juga melaksanakan berbagai kegiatan teritorial lainnya sebagai bagian dari pembinaan wilayah perbatasan.
Baca Juga: Pertempuran 15 Desember 1954 Kini Diperingati Hari Juang TNI AD
Kegiatan tersebut meliputi renovasi SDN 17 Palapasang, pemasangan jaringan internet berbasis Starlink dan solar cell di sejumlah sekolah, serta pemasangan penerangan jalan umum di Dusun Mangkau dan Desa Palapasang.
Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan peran aktif Satgas Pamtas Yonarhanud 1 Kostrad yang tidak hanya berfokus pada pengamanan wilayah perbatasan negara, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah terdepan Indonesia. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































