HANKAM

33 Perwira Marinir Naik Pangkat, Pangkormar: Amanah Tingkatkan Profesionalisme

(Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi
Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi. (Foto: Dok: Dispen Kormar TNI Angkatan Laut)

Jakarta, IDM – Korps Marinir TNI Angkatan Laut menggelar acara Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira dari Letnan Kolonel ke Kolonel periode 1 Oktober 2025.

Acara laporan tersebut dipimpin langsung Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi.

Acara laporan Korps berlangsung di Graha Marinir, Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No. 40, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).

Baca Juga: 2.192 Prajurit di Kodam Cenderawasih Naik Pangkat

Dalam kegiatan tersebut, Pangkormar didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Nana Endi Supardi.

Hadir pula Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Muhammad Nadir, beserta Wakil Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Dian Muhammad Nadir.

Turut mendampingi Komandan Pasmar 3 Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M. bersama Ketua Korcab Pasmar 3 Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Julita Andi Rahmat, para Asisten dan Wakil Asisten Pangkormar, serta para Dankolak Kormar wilayah Jakarta.

Panglima Korps Marinir menyampaikan ucapan selamat kepada para perwira atas pencapaian yang diraih.

Baca Juga: Puluhan Prajurit Arhanud Naik Pangkat, Gelar Upacara di Atas KRI Teluk Calang

Jenderal berbintang tiga tersebut juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para istri yang telah berperan besar dalam mendukung karier suami.

“Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus memberikan karya terbaik demi Korps Marinir, TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa, dan negara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita semua,” tegas Endi.

Diketahui, sebanyak 33 Perwira Korps Marinir menerima kenaikan pangkat dari Letnan Kolonel menjadi Kolonel.

Para Perwira tersebut berasal dari berbagai satuan yang berdinas di seluruh penjuru tanah air.

Baca Juga: Dua Perwira TNI AU Perkuat Keterampilan EOD lewat IPU-APES 2025 di Guam

Kenaikan pangkat ini bukan hanya bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengabdian para perwira, namun juga menjadi amanah untuk meningkatkan profesionalisme, tanggung jawab, serta kemampuan dalam menjawab tantangan tugas Korps Marinir yang semakin kompleks.

Pada kesempatan tersebut, Pangkormar juga mempersilakan para istri Perwira yang naik pangkat untuk menyematkan tanda pangkat baru kepada suami mereka.

Momentum itu menjadi simbol bahwa di balik setiap keberhasilan seorang perwira, terdapat peran penting keluarga yang senantiasa mendampingi, memberikan dukungan, dan menjadi sumber semangat dalam menjalani pengabdian kepada bangsa dan negara. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.