32 Personel Polisi dan TNI Terima Brevet Kehormatan Paspampres

Jakarta, IDM – Sebanyak 32 personel dari kepolisian dan TNI serta instansi dan lembaga pemerintah menerima Brevet Kehormatan Setia Waspada. Penyematan brevet dilakukan langsung oleh Komandan Paspampres, Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha.
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, Jumat (20/2), Edwin mengatakan penyematan ini merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi nyata dalam mendukung Operasi Pengamanan VIP Paspampres.
Baca Juga: Kadisopslatal Wanti-wanti: Operasi TNI AL di Laut Jangan Sampai Salah Prosedur!
Lebih lanjut Edwin mengatakan bahwa Brevet Setia Waspada adalah simbol kualifikasi khusus prajurit Paspampres dalam melaksanakan Pengamanan VVIP jarak dekat setiap saat. Para penerima dipilih secara selektif atas kesamaan visi, komitmen, dan dedikasi dalam menjamin kelancaran tugas Pengamanan VVIP.

Baca Juga: TNI AD akan Kirim Lagi Ratusan Prajurit ke Papua
Momentum ini menjadi pengukuhan tanggung jawab moral sebagai garda terdepan dan perisai hidup dalam melindungi pimpinan negara, serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung tugas Pengamanan VVIP. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































