319 Bintara Dilantik Jadi Prajurit Arhanud TNI AD Pangkat Serda

Jakarta, IDM – Sebanyak 391 Prajurit Bintara dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan Kesehatan TNI AD Tahap I TA 2025. Upacara pelantikan dipimpin Danpusdikarhanud Brigjen TNI I Made Suryawan beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Kodam II/Sriwijaya Sertijab 3 Pati dan 11 Jabatan Strategis, Ini Daftarnya
Dilansir dari keterangan Pusdik Arhanud, Senin (8/9) saat ini para prajurit Bintara tersebut telah menyandang pangkat Sersan Dua (Serda) yang nantinya akan dipersiapkan untuk mengabdi bersama satuan-satuan jajaran TNI AD, yang tidak hanya bertugas dalam aspek tempur saja, tetapi berperan aktif sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah penugasan.
"Peran ini tentunya sejalan dengan kebijakan strategis Presiden RI yang mendorong pembangunan kekuataan TNI yang inklusif, adaptif dan berbasis kerakyatan. Oleh karena itu, keberadaan Prajurit Bintara sangat dibutuhkan dalam mendukung program-program nasional yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat," tulis keterangan Penarhanud.
Baca Juga: Seorang Ibu di Perbatasan Serahkan Senpi Springfield ke TNI
Untuk diketahui setelah penutupan dan pelantikan, para Prajurit Bintara akan melanjutkan pendidikan kembali di Pusdikarhanud yaitu Tahap II dengan Kecabangan Arhanud dan Kesehatan selama 8 minggu atau 2 Bulan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































