HANKAM

3 Perwira TNI AL Pukau Warga Rusia, Baca Puisi Pushkin Pakai Bahasa Lokal

Mayor Laut (P) Wahyudi Kristanto
Mayor Laut (P) Wahyudi Kristanto saat memaparkan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia menggunakan bahasa Rusia di Saint Petersburg, Rabu (17/2). Aksi perwira TNI AL ini menjadi bagian dari misi diplomasi militer untuk memperkenalkan identitas bangsa di kancah internasional melalui jalur literasi. (Foto: Dok. TNI AL)

Jakarta, IDM – Apa jadinya kalau perwira tempur TNI AL beradu kemampuan mengolah kata di Negeri Beruang Merah? Bukan di atas geladak kapal perang, aksi tiga Mayor TNI AL ini justru mencuri perhatian warga Rusia lewat bait-bait puisi dan kefasihan berbahasa lokal.

Ketiga perwira tersebut yakni Mayor Laut (P) Wahyudi Kristanto, Mayor Laut (P) Bahrus Rohmat, dan Mayor Laut (P) Panji Yustiaji. Di tengah jadwal super padat menempuh pendidikan manajemen pertempuran laut di Military Educational and Scientific Center of The Navy (MSCN) Admiral Kuznetsov, ketiganya justru sukses mencetak prestasi diplomasi budaya yang unik.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan ketiga perwira ini mendapatkan kehormatan untuk tampil dalam peringatan Hari Sastrawan Agung Rusia, Aleksander Sergevich Pushkin. Menurutnya, aksi ini menunjukkan prajurit baret biru tak hanya jago di laut, tapi juga punya intelektual tinggi di mata dunia.

Baca Juga: Didampingi Panglima TNI, Menhan Sjafrie Terima Kunjungan Asisten Departemen Perang AS Bahas Misi Perdamaian

"Mayor Wahyudi Kristanto dan Mayor Bahrus Rohmat tampil di Perpustakaan Presidensial Rusia. Ini adalah institusi prestisius yang kerap menjadi lokasi kegiatan kenegaraan di sana," ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Kamis (19/2).

Tunggul menceritakan, Mayor Wahyudi memaparkan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia langsung menggunakan bahasa Rusia. Sementara itu, Mayor Bahrus membuat hadirin terkesima saat membacakan puisi karya Pushkin dalam bahasa Rusia yang kemudian diterjemahkan kembali ke bahasa Indonesia.

Tak ketinggalan, Mayor Panji mengambil panggung di sebuah monumen Pushkin di pusat Kota Saint Petersburg. Ia membacakan puisi yang menggambarkan kecintaan sang sastrawan terhadap kota tersebut dengan artikulasi yang sangat fasih.

Tunggul mengatakan, penampilan mereka mendapat apresiasi luas karena berhasil membacakan karya Pushkin yang dikenal sebagai bapak bahasa Rusia modern dengan sangat baik, meski mereka bukan penutur asli.

Baca Juga: 23 Prajurit Marinir Gugur akibat Longsor Cisarua, Menhan Sjafrie Sampaikan Dukungan Moril ke Keluarga Korban

"Kehadiran dan penampilan perwira TNI AL ini dinilai unik dan membanggakan oleh warga setempat. Hal ini secara signifikan memperkuat peran diplomasi militer TNI AL di bidang seni dan budaya," tambahnya.

Aksi diplomasi "halus" ini rupanya menjadi bagian dari visi besar Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali. Tunggul menyebut kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional.

"Sesuai arahan bapak KSAL, kegiatan ini memperkuat diplomasi kita sekaligus memperkenalkan wajah Indonesia di dunia internasional lewat literasi budaya dan penguasaan bahasa," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.