28 Pati TNI AD Naik Pangkat, 17 Bertugas di Luar Struktur Organisasi

Jakarta, IDM – Sebanyak 28 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD menerima kenaikan pangkat. Upacara kenaikan pangkat dipimpin langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad beberapa waktu lalu.
Dilansir dari keterangan Penkodiklatad, Jumat (20/3), dari total 28 Pati, 11 perwira tinggi bertugas di dalam struktur organisasi TNI AD, sedangkan 17 lainnya mengemban amanah di luar struktur TNI AD, yang menunjukkan kontribusi strategis TNI AD dalam mendukung berbagai sektor pembangunan nasional.
Baca Juga: 14 Pati TNI AU Naik Pangkat, Salah Satunya Pejabat Asintel KSAU
Dijelaskan kegiatan kenaikan pangkat ini merupakan bagian dari tradisi dan mekanisme pembinaan karier di lingkungan TNI AD, sekaligus bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas dan prestasi para perwira tinggi dalam mengemban tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Maruli dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja, integritas dan profesionalisme yang lebih baik.
Baca Juga: Kunker ke Galangan Kapal di Batam, Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Kapal OPV-3
“Kenaikan pangkat ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada TNI AD, bangsa dan negara,” kata Maruli. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































