HANKAM

269 Prajurit Taruna Matra Udara Tuntaskan Pendidikan Integratif Tahap I

Prajurit siswa matra udara
Ratusan prajurit siswa matra udara mengikuti wisuda Pendidikan Dasar Integratif Tahap 1. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Sebanyak 269 prajurit taruna matra udara berhasil menyelesaikan Pendidikan Dasar Integratif Tahap I yang berlangsung selama dua bulan di Resiman Chandradimuka Akademi TNI, Magelang, Jawa Tengah.

Pendidikan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembentukan calon perwira TNI Angkatan Udara sebelum mereka melanjutkan tahap Pendidikan Dasar Integratif Tahap II di Resimen Chandaradimuka dan selanjutnya meneruskan pendidikan di Akademi Angkatan Udara (AAU).

Baca Juga: Pangkoopsudnas Tinjau Kesiapan Sejumlah Satuan di Lanud Abdulrachman Saleh, termasuk Site Plan Skadron 33

“Pendidikan integratif menjadi fondasi pembentukan karakter, disiplin, integritas, dan jiwa kepemimpinan calon perwira sekaligus memperkuat soliditas TNI-Polri dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks,” jelas Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, dikutip dari siaran pers Dispenau, Jumat (9/10).

Berakhirnya pendidikan tersebut ditandai dengan upacara wisuda yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Rudi Darmoko selaku inspektur upacara. Upacara wisuda berlangsung di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/10).

Panglima TNI Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin wisuda ribuan prajurit siswa yang telah menyelesaikan Pendidikan Dasar Integratif Tahap 1. (Foto: Dok. Dispenau)

Secara keseluruhan, wisuda tersebut diikuti 1.944 peserta, yang terdiri atas 1.595 prajurit siswa dari tiga matra TNI dan 349 taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Baca Juga: 1.509 Kadet Unhan akan Ajarkan Kedisiplinan dan Bela Negara di 181 Sekolah Rakyat

Dalam amanatnya, Panglima TNI menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi TNI dan Polri yang adaptif, mampu menguasai teknologi, serta dapat bergerak cepat dan terpadu. Menurut Agus, kebutuhan tersebut tidak terlepas dari dinamika ancaman yang semakin kompleks, mulai dari konflik bersenjata, serangan siber, disinformasi, dan kejahatan lintas negara hingga bencana alam.

“Pendidikan integratif inilah yang menjadi fondasi untuk membangun kemampuan tersebut sejak dini. Pendidikan Dasar Integratif tidak hanya membentuk fisik dan keterampilan, tetapi juga cara berpikir, sikap, dan karakter sebagai calon pemimpin,” tegas Panglima TNI.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.