25 Perwira Ahli Peperangan Laut Jalani Kursus di Kodiklatal

Jakarta, IDM - Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) melalui Pusat Pendidikan Lanjutan Perwira (Pusdiklapa), siap mendidik 25 perwira ahli peperangan laut, lewat kursus peperangan Principle Warfare Officer (PWO) dan Perwira Peperangan Ranjau (PPR) TA 2022.
Komandan Pusdiklapa Kolonel Laut (P) Ari Krisdiyanto, mengatakan ke-25 perwira siswa terdiri dari 14 siswa PWO, dan 11 siswa PPR yang berasal dari beberapa kotama TNI AL seluruh Indonesia. Kursus tersebut akan berlangsung selama 4,5 bulan untuk PWO, dan 3,5 bulan untuk PPR.

Para perwira siswa akan dididik dan dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan manajemen pertempuran, seperti Peperangan anti kapal permukaan (AKPA), Peperangan Anti Kapal Selam (AKS), Pertahanan Udara (Hanud), Peperangan elektronika (Pewrnika), dan pengetahuan lain sesuai tuntuan kualifikasi standar PWO dan PPR.
"Konsentrasilah pada kegiatan kursus ini. Laksanakan kursus sebaik-baiknya dengan penuh kesungguhan dan aktif agar mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga," kata Ari, saat membuka Kursus PWO dan PPR, di Kesatrian Kodiklatal Bumimoro, Surabaya, Senin (11/7).
Sebab, lanjut Ari, tidak semua perwira TNI AL dapat mengikuti kursus PWO dan PPR, karena untuk bisa mengikuti pendidikan ini harus memenuhi syarat yang cukup ketat, yakni memiliki tiga kualitas terdiri dari ilmu pengetahuan, sikap mental, dan keterampilan dalam perang laut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































