23 Prajurit TNI AU Dibekali Keterampilan dan Pengetahuan Dasar Kecabangan Pasukan

Jakarta, IDM – Sebanyak 23 prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) menjalani Pendidikan Sekolah Dasar Kecabangan (Sesarcab) Pasukan angkatan ke-27 TA 2026 yang diselenggarakan di Skadron Pendidikan (Skadik) 801, Wing Pendidikan (Wingdik) 800/Pasgat.
Baca Juga: Kemhan Ingin Bangun Situs-situs Pelajaran Sejarah di TMP dan MPN untuk Hilangkan Kesan Seram
Skadik 801 merupakan unsur pelaksana pendidikan TNI Angkatan Udara yang berfokus pada pembinaan dan pelatihan prajurit Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) agar memiliki standar kemampuan yang andal serta profesional. Dalam program ini, para siswa siswa akan menempuh pendidikan Secarcab Pasukan selama tiga bulan.
Pendidikan tersebut dirancang untuk membekali para siswa dengan pengetahuan serta keterampilan dasar kecabangan pasukan sebagai fondasi dalam mendukung pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.

Pendidikan Sesarcab secara resmi dibuka oleh Komandan Wing Pendidikan 800/Pasgat Kolonel Pas Yosafat Soelya di Lapangan Apel Wingdik 800/Pasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, Rabu (22/4).
Baca Juga: Brigade Parako 2 Pasgat Matangkan OP3U dalam Gladi Posko dan Tactical Floor Game
“Pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) agar semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” jelas Yosafat dikutip dari unggahan Instagram @wingdik800pasgat, Kamis (23/4). (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































