213 Prajurit TNI Berangkat ke Kongo, Emban Misi Stabilisasi Keamanan PBB

Jakarta, IDM – Sebanyak 213 prajurit TNI diberangkatkan menuju Republik Demokratik Kongo untuk melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertujuan menjaga stabilitas keamanan di wilayah konflik.
Upacara pemberangkatan digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (12/10), dipimpin oleh Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen Taufik Budi Santoso.
Pasukan ini merupakan gelombang kedua (2nd Chalk) dari satuan Batalyon Siap Gerak (Rapid Deployable Battalion) Satgas XXXIX-G MONUSCO, yang berjumlah 850 prajurit. Gelombang kali ini dipimpin Kolonel Fardin Wardhana, dengan kekuatan utama dari Yonif 412/BES Divisi Infanteri 2 Kostrad.
Baca Juga: Penerbang dan Penembak Helikopter TNI AU Tuntaskan Latihan Attack Training Mission
"Para prajurit Garuda tersebut akan bertugas selama satu tahun di wilayah operasi MONUSCO," ungkap Taufik, dikutip dari keterangan PMPP TNI, Senin (13/10).
Dalam amanatnya, Taufik juga menekankan kepada para prajurit bahwa penugasan di wilayah konflik membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang optimal sepanjang misi.
"Kalian adalah prajurit terpilih. Laksanakan tugas dengan kehormatan, disiplin, dan profesionalisme. Pahami mandat dan standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana telah dilatihkan di PMPP TNI," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh personel menghindari pelanggaran serta menjaga nama baik negara.
Baca Juga: Diplomasi jadi Aksi Nyata: Prabowo Menuju Kairo dan Gaza
"Hindari tindakan yang dapat merugikan atau berdampak negatif. Tetap netral, berdoa dalam setiap tugas, dan jadilah duta bangsa yang membawa prestasi. Tunjukkan TNI hadir sebagai bukti nyata dukungan terhadap diplomasi Indonesia di tingkat internasional," tambahnya.
Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di PBB, dengan lebih dari 2.700 personel yang saat ini bertugas di berbagai misi, termasuk di Lebanon (UNIFIL), Afrika Tengah (MINUSCA), Sudan Selatan (UNMISS), dan Kongo (MONUSCO).
Indonesia mulai berpartisipasi dalam misi perdamaian sejak 1957 melalui Kontingen Garuda I di Mesir, dan hingga kini telah mengirim lebih dari 40.000 personel ke berbagai operasi PBB. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































