20 Prajurit Marinir Siapkan Kemampuan Operator Rantis Mobile Radar

Jakarta, IDM – Sejumlah 20 prajurit Korps Marinir mengikuti pelatihan kendaraan taktis (rantis) Mobile EM Radar yang digelar oleh Dinas Material Senjata dan Elektronika TNI AL (Dissenlekal) selama satu pekan.
Pelatihan kendaraan taktis Mobile EM Radar tersebut dibuka oleh Kasubdis Mattrumen Dissenlekal Letkol Laut (E) Indra Sari Putra di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (15/7).
"20 orang peserta yang merupakan prajurit Korps Marinir akan mendapatkan pelatihan secara praktik serta teori oleh beberapa instruktur ahli," ujar Indra, dikutip dari laman TNI AL di Jakarta.
Baca Juga: Prabowo Pastikan Pendidikan di TNI Terbuka untuk Pemuda PNG
Ia memaparkan, sejumlah materi pelatihan yang akan diterima para prajurit Marinir tersebut berupa teori mengenai sistem pada kendaraan taktis Mobile EM Radar dan pengenalan radar, teori kamera, jammer, personal tracking, dan sistem komunikasi.
Kemudian, praktik sistem kelistrikan mekanik dan pengoperasian, praktik radar dan longrange camera, praktik radio communication, praktik sistem pelacakan otomatis (AIS) dan pesawat nirawak (drone), praktik jammer gun dan omni serta pendalaman dan praktik secara mandiri.
Indra menyampaikan, TNI AL membutuhkan alat pertahanan dan keamanan yang unggul dan andal untuk mendukung pelaksanaan tugas prajurit.
Baca Juga: Komandan Wingdik 800/Pasgat Tutup Pendidikan Kursus Jump Master Angkatan ke-27
"Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan tersebut adalah dengan pengadaan alat utama yang unggul, yaitu kendaraan taktis Mobile EM Radar," kata Indra.
Pengadaan kendaraan taktis canggih tersebut juga disertai dengan pemberian pelatihan pengoperasian, maupun pemeliharaan dan perawatan (maintenance) peralatan pendukungnya, bagi para prajurit yang menjadi calon pengawak.
"Kepada para peserta jadikan latihan ini untuk meningkatkan profesionalisme. Tetap laksanakan dan terapkan standard operating procedure (SOP) yang ada sehingga tercapai zero accident," pungkasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































