HANKAM

20 Prajurit KRI Jajaran Koarmada II Ikut Pelatihan Sistem dan Kendali Senjata

20 Prajurit KRI Jajaran Koarmada II Ikut Pelatihan Sistem dan Kendali Senjata
Pembukaan pelatihan Sistem Senjata dan Kendali Senjata oleh Diskomlekal. (Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM - Staf Komunikasi dan Elektronika TNI AL (Skomlekal) menggelar pelatihan Sistem dan Kendali Senjata di Mako Koarmada II, Surabaya, Senin (1/8). Latihan ini diikuti oleh 20 orang personel bintara dan tamtama dari KRI jajaran Koarmada II.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Koarmada II Kolonel Laut (P) Eko Wahyono. Tujuan latihan ini adalah meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel pengawak senjata elektronika di KRI, mengoperasikan dan mengendalikan sistem senjata serta kendali senjata secara baik dan benar.

Eko menjelaskan, saat ini kondisi kemajuan teknologi persenjataan sebagian besar menggunakan sistem kontrol elektronika canggih. Kecanggihan persenjataan suatu kapal perang dapat diukur dari sistem sewa co (sensor, weapon and control) yang dapat dikendalikan secara simultan dan otomatis serta terintegrasi dalam Combat Manajemen System (CMS) yang mampu menghadapi sasaran di permukaan, sasaran udara maupun sasaran bawah air.

"Salah satu upaya meningkatkan dan mempertahankan kualitas personel Senlek TNI AL, Skomlekal menyelenggarakan pelatihan Sistem dan Kendali Senjata dengan Skomlek Koarmada II sebagai pelaksana yang diikuti bintara dan tamtama KRI Jajaran Koarmada II," papar Eko dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II.

Selain itu, lanjut Eko, pelatihan ini juga sebagai wujud dari perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang memerintahkan agar seluruh prajurit TNI AL membangun sumber daya manusia yang unggul dan profesional serta tangguh memghadapi segala ancaman.

Pada bagian akhir amanatnya, Eko menekankan kepada para peserta pelatihan agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya, serius dan penuh keikhlasan. 

"Tingkatkan etos kerja yang profesional karena saudara bekerja dan berhadapan dengan senjata maupun amunisi yang penuh risiko," pungkasnya. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.