20 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftar Lengkapnya

Jakarta, IDM – Mutasi 286 perwira TNI AD dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025 menetapkan 20 Kolonel TNI AD pecah bintang. Pangkat mereka akan naik satu tingkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen).
Kenaikan ini disesuaikan dengan promosi jabatan yang nanti akan diemban mereka di antaranya Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Karo Infohan Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) hingga Kepala Staf Divisi Infanteri (Kasdivif) 2 Kostrad.
Berikut daftar lengkap 20 Kolonel TNI AD yang pecah bintang dan mendapatkan promosi jabatan seperti dikutip salinan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1334/IX/2025:
1. Kolonel Inf. Agustatius Sitepu
Jabatan lama: Pamen Denmabesad
Jabatan baru: Dirlat Kodiklat TNI
2. Kolonel Inf. Wisnu Herlambang
Jabatan lama: Pamen Ahli Bidang Diklat Kopassus
Jabatan baru: Pa Sahli Tk II LH Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI
Baca Juga: Marinir Pamer Aksi Tempur di Hadapan Panglima Angkatan Bersenjata Australia
3. Kolonel Arm. Rico Ricardo Sirait
Jabatan lama: Pamen Denmabesad
Jabatan baru: Karo Infohan Setjen Kemhan
4. Kolonel Inf. Ali Aminudin
Jabatan lama: Kasubdit Anstra Dit Rahkomhan Ditjen Strahan Kemhan
Jabatan baru: Dir Rahkomhan Ditjen Strahan Kemhan
5. Kolonel Inf. Andree Saputro
Jabatan lama: Dirbinlat Pussenif
Jabatan baru: Danpusdikter Pusterad
6. Kolonel Inf. Daru Cahyadi Soeprapto
Jabatan lama: Paban IV/Binsiapsat Sopsad Jabatan baru: Danrem 064/MY (Serang) Kodam III/Slw
7. Kolonel Arm. Erland Hendriatna
Jabatan lama: Paban I/Ren Ster TNI
Jabatan baru: Dirjianbang Kodiklat TNI
8. Kolonel Inf. Donny Pramono
Jabatan lama: Paban VI/Inteltek Sintelad
Jabatan baru: Kadispenad
9. Kolonel Czi Chandra Adibrata
Jabatan lama: Kasrem 052/Wkr (Jakarta Barat) Kodam Jaya
Jabatan baru: Kapusbintal TNI
Baca Juga: Lanud Roesmin Nurjadin Tingkatkan Kemampuan dan Manuver Penerbang dalam Latihan Terbang Malam
10. Kolonel Chk Anton Maruli Tambunan
Jabatan lama: Kabidum Babinkum TNI
Jabatan baru: Kaotmilti I Medan Babinkum TNI
11. Kolonel Inf. Septa Viandi Dwi
Jabatan lama: Paban II/Minanevops Sopsad
Jabatan baru: Kasdivif 2 Kostrad
12. Kolonel Inf. Polsan Situmorang
Jabatan lama: Pabanopslat Sdirlat Kodiklatad
Jabatan baru: Danpuslatpur Kodiklatad
13. Kolonel Arm Tejo Widhuro
Jabatan lama: Paban I/Ren Sterad
Jabatan baru: Dirbinjemen Sesko TNI
14. Kolonel Inf. Nur Wahyudi
Jabatan lama: Irutum Ir Kopassus
Jabatan baru: Danrem 045/Gaya (Babel) Kodam II/Swj
15. Kolonel Arh Blasius Popylus
Jabatan lama: Pamen Denmabesad
Jabatan baru: Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih
Baca Juga: Indonesia-AS Pimpin Pertemuan Strategis Kedokteran Militer ASEAN
16. Kolonel Arm Anggoro Nur Setiawan
Jabatan lama: Wadanpoltekad Kodiklatad
Jabatan baru: Kadislitbangad
17. Kolonel Czi Basuki Sabdono
Jabatan lama: Dirbinlitbang Pusziad
Jabatan baru: Kadisbintalad
18. Kolonel Kav Janto Imanuel Tehupuring
Jabatan lama: Wadan Pusdikbangspes Kodiklat TNI
Jabatan baru: Kadisinfolahtad
19. Kolonel Inf. I Ketut Mertha Gunarda
Jabatan lama: Kabidjianbangstra Kamwiltasrat Sdirjianbang Seskoad
Jabatan baru: Danrem 173/PVB (Biak) Kodam XVII/Cen
20. Kolonel Inf. M. Ghoffar Ngismangil
Jabatan lama: Pamen Denmabesad
Jabatan baru: Dosen Tetap Unhan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































