2 Prajurit Kopassus Terlibat Pembunuhan Kacab BRI, Danpuspom TNI: Perintah Pimpinan Proses Sesuai Hukum

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto memastikan dua prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang terlibat pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cempaka Putih Muhamad Ilham Pradipta, diproses sesuai hukum.
Dua prajurit Kopassus itu berinisial Serka N dan Kopda F yang masing-masing telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Jadi (kasus) sudah ditangani oleh Polisi Militer (Kodam) Pomdam Jaya. Kemudian perintah dari pimpinan, proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Yusri di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (23/9).
Baca Juga: KRI Bima Suci Berlayar dari Makassar ke Jakarta untuk HUT ke-80 TNI
Untuk sementara, lanjut Yusri, hanya ada dua prajurit yang mempunyai keterlibatan dalam kasus pembunuhan Ilham Pradipta.
“Kalau untuk prajurit yang lain tidak ada yang terlibat. Sementara hanya dua orang itu yang terlibat,” kata Danpuspom TNI.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana memastikan Serka N dan Kopda F ditahan dengan maximum security di instalasi Pomdam Jaya.
Baca Juga: Setahun Bertugas, Satgas Yonif 741/GN Berhasil Sita Puluhan Senjata dan Ratusan Munisi
Pomdam Jaya menyatakan, status kedua prajurit tersebut sebelum kejadian adalah tidak hadir tanpa izin (THTI) sehingga sedang dicari oleh satuannya, yakni Kopassus. Namun, status keduanya belum sampai desersi.
Adapun Kopda F bertindak sebagai perantara. F bertugas menjembatani para aktor intelektual dengan tim yang bertugas untuk menculik korban.
Keikutsertaan F dalam kasus ini juga tidak lepas dari peran Serka N, yang memberikan F pekerjaan untuk menculik paksa almarhum Ilham. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































