2 Kapal Selam TNI AL Akan Gelar Penembakan Torpedo SUT dan Black Shark

Jakarta, IDM - Koarmada II menggelar Tactical Floor Game (TFG) untuk mempersiapkan penembakan torpedo oleh kapal selam KRI Cakra-401 dan KRI Alugoro-405, Surabaya, Jumat (13/10).
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Minggu (15/10), nantinya torpedo Surface and Underwater Target (SUT) akan ditembakkan KRI Cakra-401 dan torpedo Black Shark akan ditembakkan KRI Alugoro-405.
Baca Juga: TNI AD Akan Bangun Skuadron Penerbad Pertama di Sulawesi Utara
Pelaksanaan TFG ini bertujuan mempersiapkan para peserta latihan di medan latihan sebenarnya untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan penembakan saat di lapangan.

Nantinya, penembakan torpedo SUT akan dipimpin Dansatsel Koarmada II Kolonel Laut (P) Ahmad Noer Taufiq. Kegiatan ini bakal berlangsung selama empat hari, yakni 18-21 Oktober 2023 dengan melibatkan sekitar tujuh kapal perang.
Baca Juga: Panglima Yudo Pimpin Sertijab 3 Posisi Strategis TNI
KRI yang terlibat terdiri dari KRI Cakra-401, KRI Alugoro-405, KRI Raden Eddy Martadinata- 331, KRI Soputan-923, KRI Sultan Hasanuddin-366, KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta dua helikopter Panther, dan dua drone Scan Eagle. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































