HANKAM

2 Kapal Perang Malaysia KD Kedah-KD Rencong Sandar di Surabaya

Kapal Perang TLDM
Kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship/LMS) milik Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD Rencong dengan nomor lambung 114, saat berlayar menuju dermaga Madura Barat, Surabaya, Senin (15/6). (Foto: Dok. Kodaeral V)

Jakarta, IDM – Dua kapal perang Tentara Laut Diraja Malaysia (TLDM), KD Kedah (F171) dan KD Rencong, merapat di dermaga Madura Barat, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/6). Kedatangan kedua kapal ini membawa misi penting untuk memperkuat diplomasi maritim serta mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia di bidang pertahanan.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V menyambut kehadiran kapal perang negara sahabat tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkokoh stabilitas keamanan di kawasan perairan Asia Tenggara melalui kolaborasi profesional antarkedua angkatan laut.

Baca Juga: RS dr Oepomo Surabaya Diproyeksikan jadi Rumah Sakit Penunjang Pendidikan

Kepala Dinas Syahbandar Angkatan Laut (Kadissyahal) Kodaeral V Kolonel Laut (P) Martinus Hary Wibowo menjelaskan, kunjungan persahabatan ini akan bergulir melalui serangkaian agenda produktif. Para prajurit dari kedua negara dijadwalkan saling bertukar pengalaman profesional guna meningkatkan kemahiran keprajuritan.

"Kehadiran kapal perang Malaysia di Surabaya kami harapkan dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan, kerja sama profesional, serta saling pengertian antara kedua angkatan laut," ujar Martinus, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral V.

Martinus menambahkan, selama bersandar di Surabaya, awak kapal TLDM juga akan melaksanakan kegiatan kunjungan kehormatan dan interaksi sosial. Hubungan karib ini dinilai krusial untuk membangun rasa saling percaya (confidence building measures) antarpersonel militer di lapangan.

Baca Juga: KRI Selar-879 Disiagakan Bantu Masyarakat Terdampak Gempa di Sangihe-Talaud

Bicara soal spesifikasi, dua kapal perang yang mendarat di Surabaya ini memiliki karakteristik operasional yang berbeda namun saling melengkapi. KD Kedah (F171) merupakan kapal patroli lepas pantai (Offshore Patrol Vessel/OPV) kelas Kedah yang dibangun oleh galangan kapal Blohm + Voss di Jerman dan dirakit di Malaysia. Masuk ke jajaran armada TLDM sejak 5 Juni 2006, kapal sepanjang 91,1 meter ini mengemban tugas utama untuk meronda kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), penegakan hukum maritim, serta misi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Sementara itu, KD Rencong merupakan armada kapal misi pesisir (Littoral Mission Ship/LMS) kelas Keris generasi baru Malaysia yang dibangun di Wuhan, Cina, dan resmi beroperasi pada awal Januari 2022. Kapal lincah dengan panjang 69 meter ini dirancang khusus untuk menjalankan operasi keamanan wilayah pantai, pengawasan laut, hingga misi pengawalan dan patroli perbatasan kelautan yang membutuhkan respons cepat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.