188 Prajurit TNI AD Pindah Golongan dari Tamtama ke Bintara

Jakarta, IDM – Sebanyak 188 prajurit TNI AD terpilih di Kodam II/Sriwijaya akan pindah golongan dari Tamtama ke Bintara. Nantinya para prajurit ini mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara TNI AD Gelombang I Tahun 2026.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Tinjau Yonif TP 846 KS, Tekankan Kesiapan Satuan dan Ketahanan Pangan
Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Jumat (12/12), Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis dalam amanat pembukaan pendidikan menekankan bahwa pendidikan pembentukan ini akan mengubah peran serta tanggung jawab para peserta didik dari yang sebelumnya bertugas sebagai pelaksana teknis di tingkat Tamtama, para peserta akan dipersiapkan menjadi tulang punggung satuan, pemimpin regu, serta personel yang mampu berpikir kritis dalam pengambilan keputusan.
"Proses pendidikan dijalankan menggunakan kurikulum yang telah teruji, dengan mempertimbangkan kemampuan pengembangan diri setiap prajurit. Melalui pembinaan yang terarah, Diktukba diharapkan mampu menghasilkan Bintara yang profesional dan responsif terhadap dinamika tugas di lapangan," kata Ujang.
Baca Juga: KSAU Tekankan Lima Program Prioritas TNI AU kepada Pasis Sekkau
Untuk diketahui pendidikan yang akan ditempuh para prajurit merupakan bagian dari pembinaan personel dan karier di lingkungan TNI AD. Proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif, mencakup aspek mental kepribadian, kemampuan akademik, psikologi, kesehatan, serta kesamaptaan jasmani. Seluruh rangkaian tersebut bertujuan membentuk Bintara yang unggul, dapat dibanggakan, dan mampu diandalkan dalam pelaksanaan tugas. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































