185 Prajurit Baru Paspampres Gelar Latihan Standarisasi dan Pembekalan PAM VVIP

Jakarta, IDM – Sebanyak 185 prajurit baru Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menggelar Latihan Standarisasi dan Pembekalan Pengamanan VVIP bagi Anggota Baru.
Dilansir dari keterangan PPID Paspampres, Selasa, (27/1), latihan ini dibuka langsung oleh Komandan Paspampres (Danpaspampres) Mayjen TNI Edwin Adrian Sumantha.
Baca Juga: Kodam XV/Pattimura Tindak Tegas Oknum Pengemudi Mobil Dinas yang Lawan Arus di Jakarta
Latihan ini merupakan tahapan pembinaan bagi warga baru Paspampres untuk dibekali dasar-dasar Pengamanan VVIP meliputi penguasaan prosedur dan pemenuhan standar, sehingga para prajurit baru memiliki kemampuan, naluri pengamanan, serta kesiapan dalam mengemban tugas mulia menjaga kehormatan negara dan keselamatan pimpinan nasional.

Edwin pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kelalaian dalam melaksanakan tugas Pengamanan VVIP, sebab satu kesalahan kecil saja dapat membawa dampak besar bagi institusi, negara dan bangsa sehingga harus betul-betul handal dan profesional dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: 20 Poin Persyaratan Rekruitmen Prajurit Karier TNI
“Kesempurnaan tugas bukanlah pilihan, melainkan suatu keharusan," kata Edwin.
Ia berharap agar seluruh prajurit baru mengikuti latihan standarisasi dengan disiplin dan penuh semangat sebab latihan ini dirancang untuk mencapai semua kompetensi dalam melaksanakan tugas pokok sesuai dengan tantangan nyata di lapangan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































