HANKAM

175 Karung Bijih Timah Diamankan Satlap Tri Cakti, Diduga akan Dikirim ke Luar Negeri

Satlap Tri Cakti
Personel Satlap Tri Cakti menemukan 175 karung bijih timah di Pantai Munsang, Kabupaten Belitung, yang diduga akan diselundupkan ke jaringan luar negeri. (Foto: Dok. Humas TC)

Jakarta, IDM – Upaya memutus penyelundupan biji timah terus dilakukan para personel TNI. Pada Rabu (16/9) dini hari, personel Satuan Lapangan (Satlap) Tri Cakti berhasil menggagalkan penyelundupan timah di Pantai Munsang, Kabupaten Belitung.

Penangkapan ini berawal dari informasi adanya rencana pengiriman timah asal Tanjung Pandan yang akan dibawa keluar melalui pesisir Pantai Munsang.

Baca Juga: KSAU Tegaskan Pentingnya Kesiapan Personel Seiring Modernisasi Alutsista TNI AU

Komandan Sektor Belitung yang memimpin operasi penertiban tersebut kemudian segera menyisir lokasi pada pukul 02.00 hingga 04.00 WIB. Tim Satlap Tri Cakti kemudian mendapati 175 karung bijih timah kering yang ditinggal pemiliknya.

Dari operasi penertiban tersebut, nilai taksiran barang bukti mencapai Rp 1,4 miliar. Seluruh barang sitaan diangkut ke Sentra Pengolahan Terpadu Sijuk untuk dititipkan sementara sebelum dipindahkan dan dihitung kembali di gedung penyimpanan titipan pada Kamis (17/9).

Hingga saat ini, Satlap Tri Cakti masih terus berkoordinasi untuk menelusuri pemilik sah dari ribuan kilogram timah tersebut. Menurut perkiraan, pola pengemasan menggunakan lapisan plastik rapat mengindikasikan barang tersebut disiapkan untuk jaringan luar negeri, salah satunya Malaysia.

Pada 31 Juli 2026, Satlap Tri Cakti mengamankan 7.937 kilogram bijih timah di Kabupaten Bangka dengan nilai kerugian akibat penyelundupan ini mencapai Rp 6,74 miliar.

Baca Juga: Potensi Konflik Membayangi, TNI AD Gelar Latihan Intensif di Papua Selatan

Tiga hari sebelumnya mereka juga berhasil menggagalkan pengiriman 14,95 ton bijih timah dan balok timah melalui KM Sewidu di Pelabuhan Pangkal Batam dengan potensi merugikan negara Rp9,76 miliar.

Satlap Tri Cakti sendiri adalah tim taktis gabungan penegakan hukum dan intelijen militer yang dibentuk khusus untuk mengawasi, menertibkan, serta menggagalkan penyelundupan komoditas mineral strategis nasional, terutama pasir dan bijih timah di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.