HANKAM

15 Pati TNI AU Dirotasi dan Dimutasi, Salah Satunya Jabatan Kadispenau

Swa Bhuwana Paksa
Ilustrasi Swa Bhuwana Paksa TNI AU. (Foto: Dok. tni-au.mil.id)

Jakarta, IDM - Sebanyak 15 perwira tinggi TNI Angkatan Udara (TNI AU) mendapat rotasi dan mutasi jabatan, salah satunya kepala dinas penerangan angkatan udara (Kadispenau).

Keputusan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/168/II/2024 tanggal 7 Februari 2024 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Dalam surat keputusan yang sama, selain belasan Pati TNI AU, terdapat nama-nama 33 Pati TNI AD dan 13 Pati TNI AL yang turut dirotasi serta dimutasi.

Baca Juga: Menhan Prabowo: Pekerja Keras dan Cerdas akan Bertahan di Tengah Tantangan Zaman

“Telah resmi ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 61 Pati (perwira tinggi) TNI terdiri dari: 33 Pati TNI AD, 13 Pati TNI AL, dan 15 Pati TNI AU,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, Senin (12/2).

Dikutip dari keterangan Puspen TNI, berikut daftar lengkap 15 Pati TNI AU yang dirotasi serta dimutasi: Marsma TNI Wahyu Laksito dari Kadislitbangau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun); Marsma TNI Tjatur Pudji Handojo dari Dir. Keamanan Siber dan Sandi Pempus Deputi Bid. Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan BSSN menjadi Kadislitbangau; Kolonel Lek CH. Akbar Hutasuhut dari Paban II/ Kom dan Kodal Skomlekau menjadi Dir. Keamanan Siber dan Sandi Pempus Deputi Bid. Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah dan Pembangunan BSSN; Marsma TNI R. Agung Sasongkojati dari Kadispenau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun); dan Marsma TNI Bambang Juniar Djatmiko dari Staf Khusus KSAU menjadi Kadispenau.

Baca Juga: Kemhan: Informasi Korupsi Pembelian Mirage 2000-5 Hoaks

Selanjutnya, terdapat nama Marsma TNI Didik Pujo Indarto dari Kadisinfolahtaau menjadi Staf Khusus KSAU; Marsma TNI Rudy Agus Gemilang Gultom dari Dosen Tetap Unhan menjadi Kadisinfolahtaau; Marsma TNI R. Anugerah Purwoko Putro dari Staf Khusus KSAU menjadi Dosen tetap Unhan; Marsma TNI Sriharto dari Pati Sahli KSAU Bid. Air Power menjadi Staf Khusus KSAU; serta Kolonel Tek Isdwiyanto dari Paban I/Laikalut Ditlaik Puslaiklambangjaau menjadi Pati Sahli KSAU Bid. Air Power.

Sementar itu, Marsma TNI Dwi Dedy Gunawan dari Pati Sahli KSAU Bid. Strahan menjadi Staf Khusus KSAU; Marsma TNI Didik Bangun Rahardjo dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Sahli KSAU Bid. Strahan; Marsma TNI Jumarto dari Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI; Kolonel Lek Djoko Triono dari Ka Korps Dosen dan Gumil Pusdik Bangspers Kodiklat TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI; dan Marsma TNI Nelson Michiil Noak dari Staf Khusus KSAU menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun). (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.