HANKAM

15 Kolonel TNI AD Pecah Bintang, Ini Daftarnya

Ilustrasi prajurit TNI AD
Ilustrasi prajurit TNI AD. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto kembali melaksanakan rotasi dan mutasi 187 Perwira Tinggi (Pati) TNI. Keputusan ini tertuang dalam surat Nomor Kep/1664/XII/2025 tanggal 15 Desember 2025 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia.

Rotasi dan mutasi ini mencakup sejumlah jabatan strategis di masing-masing matra sebagai bagian dari upaya penguatan struktur organisasi, peningkatan efektivitas kepemimpinan, serta pemeliharaan kesiapan operasional TNI secara berkelanjutan.

Baca Juga: Menhan: TNI akan Bentuk Jumlah Perwira Lebih Banyak karena Kebutuhan

Total dari 187 Pati ini terdapat 15 Kolonel TNI AD yang dipromosikan naik jabatan.

Berikut daftar lengkap 15 Kolonel TNI AD yang pecah bintang menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen)

Baca Juga: Prajurit TNI AD Bekerja Tiga Shift untuk Percepat Pembangunan Jembatan di Sumatra

  1. Kolonel Inf. Ryan Hanandi
    Jabatan lama: Kasrem 042/Gapu (Jambi)
    Jabatan baru: Danpusdikma Kodiklat TNI
  2. Kolonel Inf. Wahyo Yuniartoto
    Jabatan lama: Ajudan Presiden RI Prabowo Subianto
    Jabatan baru: Kapoksahli Pangdam IX/Udy
  3. Kolonel Inf. Sutrisno Pujiono
    Jabatan lama: Pamen Denmabesad
    Jabatan baru: Dirlat Kodiklat TNI
  4. Kolonel Arm. I Made Kariawan
    Jabatan lama: Paban Sahli KSAD Bid. SDA dan LH
    Jabatan baru: Pa Sahli TK II KSAD Bid. Tah Energi
  5. Kolonel Cpl Yudha Adillah
    Jabatan lama: Kabid III Evlap BMN Pus BMN Baranahan Kemhan
    Jabatan baru: Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan
  6. Kolonel Inf. Nyamin
    Jabatan lama: Pamen Denmabesad
    Jabatan baru: Danrem 042/Gapu (Jambi)
  7. Kolonel Inf. Bagus Budi Adrianto
    Jabatan lama: Paban V/Binkar Spersad
    Jabatan baru: Danrindam III/Slw
  8. Kolonel Inf. Verianto Napitupulu
    Jabatan lama: Waasops Kaskostrad
    Jabatan baru: Waasops KSAD Bid. Siapops
  9. Kolonel Inf. Mukhamad Albar
    Jabatan lama: Kabidjianbanginsmatdik Sdirjianbang Seskoad
    Jabatan baru: Danrindam V/Brw
  10. Kolonel Inf. Erwin
    Jabatan lama: Pamen Denmabesad
    Jabatan baru: Kapoksahli Kogabwilhan II
  11. Kolonel Kav. Afkar Mulya
    Jabatan lama: Dirbinpers PMPP TNI
    Jabatan baru: Ir Pusenkav
  12. Kolonel Inf. Hendri Sembiring
    Jabatan lama: Paban Utama C-1 Dit C Bais TNI
    Jabatan baru: Dir D Bais TNI
  13. Kolonel Inf. Leonardo Sebastian
    Jabatan lama: Wadan Satintel Bais TNI
    Jabatan baru: Dir A Bais TNI
  14. Kolonel Inf. Andi Asmara Dewa
    Jabatan lama: Pamen Denmabesad
    Jabatan baru: Asintel Kaskogabwilhan I
  15. Kolonel Inf. Irfan Amir
    Jabatan lama: Paban VI/Inteltek Sintelad
    Jabatan baru: Pa Sahli TK II KSAD Bid. Kumham dan Kamnas. (rr)
PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.