130 Prajurit Pasmar 1 Akan Perkuat Pangkalan di Natuna

Jakarta, IDM - Sebanyak 130 prajurit Korps Marinir yang tergabung dalam Satgas Kompi Komposit TNI AL dipersiapkan berangkat ke pangkalan di Natuna untuk bertugas selama sembilan bulan.
Persiapan keberangkatan prajurit ditandai dengan pemeriksaan kesiapan operasi (Riksiapops) yang ditinjau langsung oleh Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Dankormar) Kolonel (Mar) Asril Tanjung di Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa (3/1).
Rangkaian kegiatan itu bertujuan memastikan kesiapan personel dan material yang akan dibawa menuju daerah penugasan di Natuna. Asril berharap para prajurit tetap menjalankan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan meminimalisir pelanggaran di daerah operasi.

"Saya perintahkan Dansatgas serta perwira lainnya agar melaksanakan hal tersebut, jaga hawa nafsu kalian karena musuh terbesar adalah diri sendiri," ujar Asril dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Rabu (4/1).
Ia pun berpesan kepada para prajurit Satgas Kompi Komposit TNI AL untuk menjaga nama baik Korps Marinir serta saling harmonis dan tidak berperilaku semena-mena. "Kalian di sana sebagai keluarga. Jadikan sebagai kepedulian dan contoh teladan agar semua berjalan lancar," kata Asril.
Baca: Dankormar Pimpin Paparan Rencana UNPD 10 Kemampuan Prajurit
130 prajurit Marinir yang diberangkatkan ke Natuna tersebut merupakan gabungan dari personel tiap Komando Pelaksana (Kolak) di jajaran Pasmar 1. Dalam waktu dekat ini, mereka akan ditugaskan ke Natuna di bawah komando Dansatgas Kompi Komposit TNI AL Pangkalan TNI Terintegrasi Natuna IV TA 2023 Mayor Heri Supriyadi. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































