113 Bintara TNI AD Lulus Pendidikan Poltekad, Sandang Gelar Sarjana Teknik Terapan

Jakarta, IDM – Sebanyak 113 Bintara TNI Angkatan Darat lulus pendidikan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad). Mereka berasal dari Program Pendidikan Diploma 4/Sarjana Terapan Angkatan VII Tahun Pendididikan 2022-2026.
Baca Juga: Hoaks Terbongkar, TNI Dipastikan tak Terlibat Pembobolan Kantor Pemkab Intan Jaya Papua
Para Bintara ini langsung diwisuda Dankodiklatad Letjen TNI Mohamad Hasan di Kesatrian Poltekad Kodiklatad, Batu, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Dilansir dari keterangan Penpoltekad, Senin (27/7), para Bintara ini berhasil menyelesaikan pendidikan vokasi militer berbasis teknologi pertahanan selama empat tahun.
Dalam amanatnya, Hasan menekankan bahwa para lulusan Poltekad tidak hanya dituntut memiliki ketangguhan fisik dan mental prajurit, tetapi juga harus menjadi inovator yang mampu menguasai serta mengembangkan rekayasa teknologi militer demi mendukung kesiapan operasional dan modernisasi alutsista TNI Angkatan Darat.
Rangkaian upacara wisuda ini ditutup dengan peragaan demonstrasi hasil karya cipta serta inovasi teknologi pertahanan yang dirancang langsung oleh para wisudawan Angkatan VII. Hasil inovasi tersebut menjadi bukti nyata kesiapan para prajurit lulusan Poltekad Kodiklatad untuk mendarmabaktikan keahlian tekniknya di berbagai satuan jajaran TNI AD demi menjaga kedaulatan NKRI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































