11 Pesawat Angkut dari Empat Skadron, TNI AU Optimalkan Dukungan OMC untuk Tangani Karhutla Kalsel-Sumsel

Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU), melalui Grup 1 Angkut, mengoptimalkan dukungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Sumatra Selatan (Sumsel).
Dukungan tersebut diimplementasikan melalui pengerahan sebelas pesawat angkut untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berlangsung sejak Senin (19/10) dan akan terus berlanjut.
Berdasarkan infografis yang diunggah Grup 1 Angkut melalui akun instagram @grup_1_angkut_koopsau, Sabtu (24/10) terungkap bahwa belasan pesawat itu terdiri dari satu A400M, dua C-130J Super Hercules, satu C-130 HS Hercules, satu CN 295, serta lima Casa 212.
Baca Juga: Wakil KSAU Pastikan Sistem OMC pada Pesawat-pesawat TNI AU Siap Dukung Penanganan Karhutla
Setiap pesawat menjalankan tugas yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasi. Pesawat angkut terbaru dan terbesar di jajaran alutsista TNI Angkatan Udara, A400M, mendapatkan tugas untuk mengirim cold storage container ke Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang serta Lanud Sjamsudin Noor (SAM) Kalimantan.

Sementara itu, C-130J Super Hercules mengudara dengan membawa distribusi bahan semai untuk pelaksanaan OMC. Kedua jenis pesawat tersebut dioperasikan oleh Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Selain mengangkut materi OMC, C-130 HS Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, serta CN-295 dari Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, masing-masing dipasangi perangkat khusus berupa konsol (console) OMC untuk mendukung penyemaian natrium klorida (NaCl).
Baca Juga: Latgabma Keris Woomera 2026, JTAC Korpasgat Beri Dukungan Udara Pesawat Tempur TNI AU-RAAF
Grup 1 Angkut menjelaskan bahwa satu pesawat C-130J Super Hercules yang telah dikonfigurasi dengan konsol OMC siap beroperasi, sementara satu pesawat lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dalam pembagian wilayah operasi, C-130J Super Hercules ditugaskan ke Sumatra Selatan, sementara CN-295 beroperasi di Kalimantan.
Dukungan penyemaian bahan untuk OMC juga dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Dari lima pesawat yang dikerahkan, tiga di antaranya melaksanakan misi di Kalimantan, sementara dua lainnya beroperasi di Sumatra Selatan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































