105 Personel TNI AL Ikuti Pelatihan Calon Pengawak Museum Pusat Angkatan Laut

Jakarta, IDM - Dinas Sejarah TNI AL (Disjarahal) menyelenggarakan pelatihan calon pengawak Museum Pusat Angkatan Laut (Muspusal) Surabaya selama dua pekan.
Kadisjarahal Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo menjelaskan, kegiatan pengumpulan dan pemilihan koleksi, konservasi (pemeliharaan koleksi), dan kurasi (perancangan konten) memerlukan eksistensi pengawak yang andal.
Baca Juga: Bakamla RI Bantu Tim SAR Cari Korban Lompat dari Jembatan di Kendari
"Proses tersebut membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan yang khusus dan harus selalu dikembangkan," ujarnya dikutip dari keterangan Dispenal, Jumat (30/9).

Muspusal Surabaya dibangun dengan menerapkan teknologi digital pada sejumlah tata pamer koleksinya. Aplikasi tersebut memungkinkan pengunjung dapat menikmati koleksi konten sejarah angkatan laut secara lebih interaktif.
"Mereka dituntut memahami pengoperasian teknologi tersebut, di samping menguasai konten kesejarahan dari setiap koleksi yang ditampilkan," tambahnya.
Baca Juga: Daftar KRI, Ranpur, Drone, dan Pesawat TNI AL dalam Armada Jaya 2023
Pelatihan yang diikuti oleh 35 orang prajurit dan PNS TNI AL serta 70 siswa Dikmaba Kodiklatal ini mendatangkan instruktur dari Asosiasi Museum Indonesia (AMI), para pegiat sejarah dan cagar budaya di tanah air.
"Nantinya, para peserta dituntut mampu mempraktikkan semua materi pelatihan, baik yang terkait dengan pengelolaan dan pandu museum, juga pemeliharaan koleksi," katanya. (at)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































