10 KRI Akan Terlibat dalam Multilateral Naval Exercise (MNEK) 2023

Jakarta, IDM - Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Maman Firmansyah, mengungkapkan TNI AL bakal mengirimkan 10 KRI untuk Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2023 di Makassar, pada Juni mendatang.
Selain itu, lanjut Maman, TNI AL juga bakal mengirimkan dua helikopter Panther, satu pesawat udara CN-235, dua helikopter Bell, satu pesawat udara Cassa, dan lima sea rider Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Baca Juga: TNI AU dan RAAF Gelar Air Staff Talks, Ini yang Dibahas
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan akan ada 34 negara yang mengikuti MNEK ke-4 yang berlangsung dari 5-8 Juni dengan melibatkan 17 kapal luar negeri.
"MNEK adalah latihan non-perang dengan mengedepankan kerja sama maritim di kawasan regional," jelasnya dikutip dari laman resmi TNI AL, Sabtu (27/5).
Baca Juga: Enam Penerbang Tempur TNI AU Rampungkan Pelatihan Counter Sea Tactics
Latihan pada MNEK 2023 terdiri dari penanggulangan bencana serta operasi kemanusiaan, untuk mempererat kerja sama antara TNI AL dengan negara-negara sahabat.
"Suksesnya pelaksanaan kegiatan MNEK sangat tergantung dari kesiapan personel dan materiil yang digunakan, disertai perencanaan matang dan kerja sama antar-satuan tugas," tandasnya. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































