1.583 Casis Tamtama Lolos Seleksi TNI AD, Mayoritas Masuk Infanteri

Jakarta, IDM – Sebanyak 1.583 Calon Siswa (Casis) Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang III TA 2026 di jajaran Kodam II/Sriwijaya resmi dinyatakan lulus seleksi. Pengumuman hasil Seleksi Pendidikan (Seldik) ini disampaikan langsung dalam acara penutupan penyeleksian yang berlangsung di Lapangan Makorindam II/Swj pada Kamis (24/9).
Baca Juga: Kanada Tunjuk Perwakilan Militer Senior Indo Pasifik, Perkuat Kemitraan Strategis di Kawasan
Dilansir dari keterangan Penkodam II/Sriwijaya, Jumat (25/9), tahapan seleksi ketat yang telah berlangsung sebelumnya ini diikuti oleh total 1.860 orang peserta. Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kualifikasi fisik, administrasi, kesehatan, dan mental ideologi, panitia menetapkan 1.583 peserta memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pendidikan, sementara 277 peserta lainnya dinyatakan Tidak Lulus (TL).
"Para peserta yang dinyatakan lulus tersebut nantinya akan disebar ke berbagai kecabangan TNI AD sesuai dengan alokasi dan bakat masing-masing. Mayoritas calon prajurit dialokasikan pada kecabangan Infanteri (Inf) sebanyak 1.243 orang, yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan wilayah," tulis keterangan Kodam II/Sriwijaya.
Baca Juga: Ini Tahapan Keterlibatan PT PAL dalam Pembangunan Kapal Selam Scorpene
Sementara itu, sisanya terbagi ke dalam beberapa kecabangan di luar Infanteri untuk mendukung operasional satuan. Alokasi tersebut meliputi 166 orang pada Kesehatan Militer (Ckm), 75 orang pada Zeni (Czi), 53 orang pada Peralatan (Pal), serta 46 orang pada Perhubungan (Cke). Seluruh pemuda terbaik ini selanjutnya siap ditempa menjadi prajurit TNI AD yang profesional dan tangguh.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































