1.268 Perwira Muda TNI AD Dilantik, Ada 2 Prajurit Kopassus jadi Siswa Terbaik

Jakarta, IDM – Sebanyak 1.268 Perwira Muda TNI AD dilantik di Lapangan Upacara Secapaad, Bandung, Selasa (21/10). Mereka adalah siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) Gelombang II dan Diktukpasus TNI AD TA 2025.

Dilansir dari keterangan Penkopassus, Rabu (22/10), para siswa ini dilantik langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Baca Juga: Satuan Baru Batalyon Intai Tempur dan Detasemen Intelijen Diresmikan di Bekasi
Dijelaskan pula ada dua orang prajurit dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) meraih predikat lulusan terbaik pertama dan kedua yaitu Letda Inf Ramadhan Nauli Hasibuan dan Letda Inf Dahnial.

Pada kesempatan tersebut, KSAD Maruli menyampaikan amanatnya agar para Perwira Muda TNI AD ini untuk senantiasa meningkatkan ketekunan, kerja keras dan tanggung jawab seiring peningkatan pangkat yang diberikan.
Baca Juga: 59 Personel TNI AU Ikuti Penataran Kemiliteran di Skadik 304
Dalam upacara pelantikan tersebut juga diadakan unjuk kemampuan dan keterampilan para Perwira Muda diantaranya memecahkan batu batako dan besi. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































