1.028 Prajurit Bayangkara Taruna Wisuda di Akmil

Jakarta, IDM - Sebanyak 1.028 Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian menerima gelar wisuda di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang. Senin, (31/10).
Upacara wisuda sendiri dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman setelah salah satu putranya tercintanya, Prajurit Taruna Muhammad Akbar Abdurachman ikuti wisuda tersebut.

Baca: TNI AL Pastikan Alur Pelayaran Selat Singapura-Malaka Aman
Pendidikan Dasar Integrasi TNI-Polri bertujuan untuk menyamakan materi dasar keprajuritan bagi para Taruna. Selain itu pendidikan integrasi juga memupuk rasa kebersamaan, soliditas sehingga para Taruna seluruh Matra dapat saling mengenal dan menumbuhkan jiwa korsa yang kuat selama menjalani pendidikan di Akademi Matra masing-masing serta ketika nantinya lulus menjalani penugasan pada masing-masing kesatuan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































