TNI AL Tingkatkan Pengetahuan Prajurit tentang Hukum Humaniter Internasional dan HAM

Jakarta, IDM - Dinas Hukum (Diskum) TNI AL bekerja sama dengan International Committee of the Red Cross (ICRC) menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hukum Humaniter Internasional dan HAM untuk prajurit Lantamal XIV selama dua hari di Mako Lantamal XIV, Sorong, Papua Barat, Rabu (19/10).
Saat pembukaan kegiatan, Danlantamal XIV Sorong Laksamana Pertama TNI Imam Musani, mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman prajurit TNI AL, khususnya di lingkungan Lantamal XIV Sorong tentang ketentuan hukum humaniter internasional yang berlaku dalam operasi militer.
"Sehingga target dan sasaran dari pelaksanaan kegiatan ini dapat tercapai dengan maksimal," ungkap Imam, dikutip dari laman TNI AL.
Melalui kegiatan ini, lanjut Imam, prajurit TNI AL dapat memiliki keterampilan dalam menerapkan aturan pelibatan atau Rules Of Engagement (ROE). Terlebih, tugas yang diemban oleh TNI AL dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis.
Artinya, tuntutan tugas TNI AL sangat kompleks, namun sebagian besar prajurit TNI AL terbatas dalam pengetahuan hukum humaniter internasional dan HAM.
"Saya menilai kegiatan tersebut sangat relevan, apabila dikaitkan dengan pelaksanaan tugas di masa sekarang dan yang akan datang," katanya saat membacakan amanat Kadiskum TNI AL Laksamana Pertama TNI Leonard Marpaung. (at)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































