Strategi TNI Sekat Paham Radikalisme-Separatisme OPM, Bukan dengan Senjata

Jakarta, IDM – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen Lucky Avianto membeberkan strategi TNI menyekat paham radikalisme Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Bumi Cenderawasih.
Lucky mengatakan, jajaran Kogabwilhan III mempertebal pengamanan di daerah rawan agar OPM tidak memiliki kesempatan menanamkan paham-paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme kepada anak-anak Papua.
“Kami melaksanakan pengamanan di daerah-daerah rawan dan perbatasan agar OPM tidak mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi dan menyebarkan paham-paham radikalisme,” kata Lucky saat memberikan pembekalan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/7).
Baca Juga: RI Sudah Teken Kontrak Rp7,6 T, TNI AL Tunggu Kelanjutan Rudal BrahMos
Selain itu, TNI juga melaksanakan pembinaan teritorial untuk membantu masyarakat dan mendukung program-program pemerintah.

“Di mana kita ketahui bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki program-program unggulan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sumber daya manusia (SDM) di daerah-daerah terpencil,” tutur Pangkogabwilhan III.
Kogabwilhan III terus menggunakan kedekatan personel Satgas TNI dengan masyarakat, khususnya para orangtua dan Mama-Mama Papua untuk mengedukasi pentingnya pendidikan bagi anak-anak, sebagai jalan satu-satunya untuk mengubah nasib.
Baca Juga: 25 Pemuda Papua Lolos Akmil, Pangkogabwilhan III Sebut Mama-mama Sudah Banyak Sekolahkan Anaknya
“Bukan dengan senjata dan kekerasan seperti yang diperlihatkan OPM selama ini,” kata Lucky.
Strategi ini dilakukan untuk melindungi sekaligus menangkal masuknya paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme OPM ke generasi muda Papua.
“Langkah taktis Kogabwilhan III ini sebagai wujud nyata dukungan penuh TNI dalam menyukseskan delapan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di ufuk timur Indonesia,” ujar Pangkogabwilhan III.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































