HANKAM

Strategi Penyiapan SDM Pusat Zeni TNI AD

Pusziad
Personel TNI Angkatan Darat melintas di depan gerbang masuk Pusat Zeni TNI Angkatan Darat, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Jakarta, IDM – Bagi Mayjen TNI Budi Hariswanto bertugas langsung di bawah pengawasan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) adalah suatu jabatan yang fungsional dan prioritas. Ia harus mengoordinasikan satuan Zeni TNI AD untuk dukungan operasi, pembangunan, dan kemanusiaan.

Maka dari itu, pria kelahiran Madiun, Jawa Timur ini memastikan strategi penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) di Zeni TNI AD melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.

“Penyiapan prajurit dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu pendidikan formal di Pusdikzi (Pusat Pendidikan Zeni) dan pelatihan rutin, baik yang terprogram maupun insidentil di satuan,” kata Budi.

Baca Juga: Ton Taikam: Unit Intelijen Tempur Andalan

Ia menjelaskan, spesialisasi teknis yaitu prajurit dilatih untuk kemampuan teknis spesifik, seperti pembangunan jembatan, yang mencakup aspek perencanaan bagi perwira (survei, penentuan bentang, analisis kondisi tanah) hingga aspek pelaksanaan lapangan yang cepat dan aman bagi anggota.

Kemudian, untuk kualifikasi masuk kecabangan Zeni TNI AD diseleksi berbasis psikologi. “Penentuan prajurit untuk masuk kecabangan Zeni TNI AD didasarkan pada hasil tes dari Dinas Psikologi Angkatan Darat untuk melihat minat dan bakat yang sesuai. Kemampuan psikologis mereka akan diketahui nantinya, setelah dinyatakan cocok secara psikologis, prajurit akan ditempa dengan ilmu-ilmu dasar konstruksi, matematika, dan fisika,” kata Budi.

Pusziad
Patung "Yudha Karya Satya Bhakti" yang menggambarkan personel TNI dengan perlengkapan tempur dan memegang blencong yang terpajang di Pusat Zeni TNI Angkatan Darat, Jakarta. (IDM/Septo Kun Wijaya)

Adaptasi Teknologi dan Alutsista

Selain menyiapkan SDM prajurit di bidang keilmuan, Budi juga tidak memungkiri kesiapan prajuritnya dalam bidang teknologi dan alutsista.

Ia memastikan Zeni TNI AD terus melakukan evaluasi terhadap kemampuan personel agar tetap mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta melakukan modifikasi pada alat yang sudah ada agar tetap relevan.

Baca Juga: Jejak Bakti Pusat Zeni Angkatan Darat dalam Menyatukan Nusantara

“Kita melakukan evaluasi berjenjang termasuk bagaimana pentingnya kebutuhan-kebutuhan alat kita. Ada kesesuaian geografis (iklim tropis), dalam pengadaan alat baru, Zeni TNI AD melakukan asesmen ketat untuk memastikan teknologi dari negara Barat (Rusia, Eropa, Amerika) dapat beroperasi di iklim tropis Indonesia. Contohnya terkait perbedaan jenis pelumas dan bahan bakar. Kita akui bahwa alat tersebut canggih tapi belum tentu juga bisa terpakai di Indonesia karena disesuaikan dengan berbagai kondisi tersebut,” kata Budi.

Berikutnya Budi juga memastikan Zeni TNI AD terus mengembangkan karier pendidikan para personelnya.

“Selama ini banyak sekali prajurit Zeni TNI AD memiliki kesempatan luas untuk menempuh pendidikan S2 di luar negeri, seperti Australia, Singapura, Eropa, dan Rusia melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain pendidikan akademik, terdapat program pelatihan dan latihan bersama dengan negara lain untuk meningkatkan kemahiran teknis,” jelas Budi.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.