HANKAM

Skenario Perang Modern, Marinir TNI AL Jajal Helikopter Osprey AS di Hawaii

Marinir
Para prajurit Korps Marinir saat melakoni operasi serbuan udara (air assault) menggunakan pesawat tiltrotor MV-22 Osprey milik AS dalam rangkaian latihan multilateral RIMPAC 2026 di Hawaii. (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Pasukan Korps Marinir TNI AL langsung berhadapan dengan doktrin tempur terbaru militer Amerika Serikat (AS) begitu menginjakkan kaki di Pasifik. Prajurit pendarat Indonesia ini melahap simulasi perebutan titik vital musuh yang melibatkan armada udara canggih di Hawaii, Jumat (26/6).

Kehadiran pasukan ini mempertegas peran aktif Indonesia dalam latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026. Kali ini, fokus latihan menyasar pada penguasaan operasi serbuan udara (air assault operation) serta keterampilan bertempur jarak dekat (close quarter battle) di medan urban yang dinamis.

Perwira seksi intelijen unsur Marinir RIMPAC 2026, Letda (Mar) Chesya Prasetyo memimpin langsung tim infanteri Indonesia di lapangan. Chesya mengomandoi pasukan mulai dari tahap persiapan, pergeseran pasukan, hingga eksekusi serangan kilat untuk merebut posisi musuh.

Baca Juga: KSAD Prioritaskan Atlet Judo Berprestasi Gabung TNI AD

Dalam simulasi tersebut, prajurit Marinir TNI AL menjajal langsung manuver udara menggunakan pesawat baling-baling putar MV-22 Osprey milik AS. Melalui wahana udara ini, pasukan mengasah kecepatan penyusupan rahasia ke jantung pertahanan lawan.

Selain menguasai jalur udara, barisan Marinir TNI AL pilihan ini juga mematangkan teknik pembersihan ruangan. Mereka melatih koordinasi tim dan pengambilan keputusan cepat saat menghadapi ancaman pertempuran jarak dekat di area perkotaan.

Marinir
Aksi prajurit Marinir saat mengasah keterampilan bertempur jarak dekat (close quarter battle) di medan urban bersama militer asing di Marine Corps Training Area Bellows, Hawaii, Jumat (26/6). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Selama latihan berlangsung, Marinir TNI AL aktif membangun interaksi dengan pasukan marinir dari berbagai negara sahabat, seperti Malaysia, Fiji, Peru, Sri Lanka, hingga Filipina. Kolaborasi tersebut memperkuat interoperabilitas sekaligus menjadi tempat bertukar pengalaman operasi gabungan antarnegara.

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026, Letkol (Mar) Huda Prawira Soemarto membeberkan target utama dari keterlibatan pasukannya dalam latihan skala internasional ini. Menurutnya, medan latihan di Hawaii memberikan pengalaman yang sangat komprehensif bagi prajurit.

Baca Juga: ​KSAD Bidik Panggung Internasional untuk Atlet Judo

"Latihan ini memberikan kesempatan bagi prajurit Marinir Indonesia untuk menguji kemampuan, berbagi pengalaman, dan meningkatkan standar operasional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan modern," ujar Huda, dikutip dari keterangan Dispen Kormar di Jakarta, Senin (29/6).

Huda juga menilai kolaborasi aktif ini memegang peran krusial bagi masa depan diplomasi pertahanan Indonesia. Hubungan erat dengan militer global akan memperkuat pengaruh pertahanan nasional di kancah regional.

"Melalui latihan bersama seperti ini, kita membangun kemampuan interoperabilitas yang semakin baik dengan negara sahabat," tambahnya.

Baca Juga: Aster Kasdam Mandala Trikora: Pahami Kegiatan Teritorial dengan Baik

Geopolitik Pasifik dan Peta Kekuatan RIMPAC 2026

Unjuk kekuatan Korps Marinir di pangkalan militer Hawaii ini merupakan bagian dari simulasi pertahanan raksasa RIMPAC 2026 yang diinisiasi oleh Angkatan Laut AS wilayah Pasifik (US Pacific Fleet). Blok barat sengaja memobilisasi armada berskala masif untuk merespons tingginya tensi geopolitik di kawasan Indo-Pasifik.

Sebanyak 30 negara mengirimkan total 30.000 personel militer ke Hawaii untuk menggelar simulasi tempur hingga 31 Juli 2026 mendatang. Gabungan militer dunia ini tidak main-main dengan mengerahkan komparasi armada yang terdiri dari 30 kapal perang permukaan, 5 kapal selam, 15 pasukan darat nasional, serta 206 pesawat terbang.

Sebelum bertolak menuju Amerika Serikat pada Senin (22/6), 35 prajurit pilihan Korps Marinir ini telah menyelesaikan penggemblengan intensif di tanah air untuk menyamakan standar operasi global. Pasukan pendarat ini sempat mematangkan kemampuan infiltrasi udara mereka di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Pondok Cabe melalui skenario turun cepat dari helikopter menggunakan tali (fast rope) untuk persiapan serangan kilat.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.