HANKAM

Sertijab 2 Jabatan Strategis di Kopassus, Ini Daftarnya

Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi
Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi memimpin acara serah terima jabatan duua jabatan strategis di Kopassus. (Foto: Dok. Penkopassus)

Jakarta, IDM – Hari Selasa, (20/8) kemarin, Danjen Kopassus Mayjen TNI Djon Afriandi memimpin acara serah terima jabatan (sertijab), penyerahan jabatan, serta tradisi Korps Perwira Kopassus di Gedung Flamboyan, Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

Baca Juga: Tiba di Vietnam, TNI AL Perkuat Interopabilitas Militer di Latma Codex

Adapun penyerahan jabatan tersebut yakni dua jabatan strategis di Kopassus yakni, Ir Kopassus dan Danden Intel Kopassus.

sertijab Kopassus
(Foto: Dok. Penkopassus)

"Ir Kopassus diserah terimakan dari Brigjen TNI Husein Sagaf kepada Kolonel Inf Yuri Elias Mamahi serta penyerahan jabatan Danden Intel Kopassus oleh Letkol Inf Syaiful Arif," bunyi keterangan dari Penkopassus dikutip, Rabu, (21/8).

Baca Juga: Bertemu PM Australia, Prabowo Bahas Tantangan Regional dan Latihan Bersama

Menurut Danjen Kopassus, acara ini menjadi bagian dari rotasi dan dinamika organisasi yang bertujuan untuk penyegaran serta peningkatan kinerja organisasi Kopassus. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.