Pertemuan Bilateral TNI AL dan French Navy, Bahas Kerja Sama Militer

Jakarta, IDM - TNI AL dan Angkatan Laut Prancis atau The French Navy (FN) melaksanakan pertemuan bilateral dalam Navy to Navy Staff Talks untuk membahas kerja sama di bidang militer. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bali, Selasa (19/7).
Ketua Delegasi yang dipimpin Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Dadi Hartanto serta delegasi FN dipimpin oleh Vice Admiral Cristophe Lucas, membahas paparan kekuatan dan misi Angkatan Laut Prancis.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga membahas sejumlah perencanaan operasi dan rencana kegiatan kerja sama ke depan, baik dalam bidang latihan, pendidikan dan pelatihan, pertukaran personel serta rencana pertemuan.

"Kerja sama antara TNI AL dan FN sudah terjalin baik serta implementasi hubungan diplomasi kedua negara dan angkatan lautnya," ujar Dadi dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (21/7).
Kegiatan bertaraf internasional tersebut adalah sebagai wujud tindak lanjut dari sembilan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, terutama bidang operasi dan latihan serta penguatan diplomasi TNI AL. (at)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































