Perkuat Operasi Amfibi, 12 Kendaraan Tempur AAV Marinir Tiba di Jakarta

Jakarta, IDM – Korps Marinir mendatangkan 12 unit kendaraan tempur amfibi jenis Assault Amphibious Vehicle (AAV) di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Petugas Pelabuhan Tanjung Priok merampungkan pembongkaran 12 unit AAV dari kapal pengangkut pada Selasa (22/9). Asisten Logistik Panglima Korps Marinir (Aslog Pangkormar) Brigjen (Mar) Efhardian bersama jajaran perwira Kavaleri meninjau langsung proses penerimaan ini. Petugas lantas mengikat rantai pengaman belasan Ranpur di atas truk pengangkut berat (oplegger) sebelum mengawalnya menuju Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak.
Baca Juga: TNI Telusuri Pemasok Senjata Pentolan OPM yang Ditangkap di Bandara Yahukimo
Kedatangan AAV menjadi catatan penting bagi Korps Marinir pascapenerimaan 15 unit Landing Vehicle Tracked (LVT)-7A1 dari Korea Selatan pada Desember 2009. Kendaraan tempur pendarat ini bertugas membawa prajurit menembus perairan menuju pantai sasaran.
Kendaraan tempur berbobot 23 ton ini mengusung mesin Cummins V903 berdaya 525 tenaga kuda. Kendaraan sepanjang 7,9 meter ini sanggup melaju hingga 15 kilometer per jam di air serta menerjang gelombang laut kategori Sea State 5. Saat bergerak di darat, alutsista ini mampu melesat hingga 75 kilometer per jam.
Tiga personel mengawaki kendaraan tempur AAV ini dengan kapasitas angkut mencapai 21 prajurit infanteri beserta perlengkapan tempur. Dinding lapis bajanya memberikan perlindungan bagi pasukan dari tembakan musuh dari laut hingga mendarat di pantai.

Pihak Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir (Kadispen Kormar) Kolonel (Mar) Rana Karyana, menegaskan kedatangan belasan kendaraan tempur ini menjadi tonggak penting dalam peremajaan alutsista kavaleri pendarat.
"Kehadiran 12 unit AAV gelombang pertama ini menjadi bagian dari target pemenuhan 35 unit untuk memperkuat kemampuan operasi amfibi Korps Marinir," ungkap Rana, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (24/9).
Rana menambahkan, kendaraan tempur AAV ini membawa peningkatan signifikan pada kemampuan tempur prajurit di lapangan.
"Kehadiran kendaraan tempur ini bukan sekadar penambahan alutsista, melainkan langkah nyata meningkatkan mobilitas laut ke darat, perlindungan lapis baja, daya angkut pasukan, serta kecepatan manuver Resimen Kavaleri di negara kepulauan," ujarnya.
Hankam

TNI AD Siagakan Pasukan di Jakarta untuk Tangkal Ancaman yang Ganggu Stabilitas Negara
TNI Angkatan Darat memastikan pengerahan pasukan di Jakarta adalah bagian dari kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang ganggu stabilitas negara. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































