Pangdam Kasuari Sebut Situasi di Wilayah Papua Barat Aman Permanen

Jakarta, IDM - Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema mengaku bersuka cita, karena secara keseluruhan situasi wilayah Kodam XVIII/Kasuari sampai dengan saat ini masih dalam kondisi aman. Bukan aman yang sifatnya insidentil, namun aman permanen.
Hal tersebut disampaikan Pangdam pada acara Exit Briefing Pengumpulan Data (Puldata) oleh Tim Sahli Panglima TNI, dalam rangka membuat kajian tentang optimalisasi gelar operasi TNI guna meningkatkan keamanan di wilayah Papua Barat, yang diketuai langsung oleh Laksda TNI Budi Sulistyo di Ruang Yudha, Makodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat, Kamis (25/5).
Baca Juga: KRI Dipenogoro-365 dan Pesawat F-16 Latihan Counter Sea Tactic 2023
“Tim Puldata ini merupakan suatu tugas dari Komando atas yang tentunya harus kita manfaatkan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya, kaitannya dengab menyajikan data secara nyata di wilayah Kodam XVIII/Kasuari,” ujar Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam berharap agar Tim Puldata memperoleh data yang dibutuhkan sebagaimana yang ditugaskan oleh Komando atas.
“Kita berharap dengan adanya pemekaran wilayah ini, bisa turut meminimalisir situasi keamanan ke depannya makin baik. Kami yakin dan percaya lewat kajian ini, akan memberikan secercah harapan dalam rangka menyempurnakan pemetaan kondisi nyata di Kodam XVIII/Kasuari, agar dapat melahirkan suatu terobosan perubahan,” imbuhnya.
Baca Juga: Ratusan Prajurit Tanah Rencong Pulang Kampung Setelah Bertugas di Bumi Cendrawasih
Sementara itu, Ketua Tim Puldata menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran Kodam Kasuari yang telah berkontribusi dengan memberikan data, masukan, dan sarannya kepada Tim dari Mabes TNI tersebut.
"Hasil kajian ini akan menjadi masukan penting untuk menentukan langkah dan kebijakan ke depan, terhadap hal apa yang harus diperbaiki, dan sisi mana yang harus diperkuat," terang Laksda Budi.
Turut serta dalam kegiatan ini, Irdam XVIII/Kasuari, Kapoksahli Pangdam, PA LO AL, LO AU, para Asisten dan Kabalakdam XVIII/Kasuari. (rr)
Hankam

Penertiban Bendera di Aceh Tewaskan Warga, TNI AD: Kami Pakai Peluru Hampa dan Karet Peluru Hampa dan Karet
TNI AD menyatakan tindakan pengamanan saat penertiban Bendera Bulan Bintang di Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, menggunakan peluru hampa dan karet setelah massa anarkis. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu warga tewas serta belasan warga dan prajurit luka-luka.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































