Momen KSAU Hadiri Pelantikan Perwira Prajurit Karier TNI Tahun 2022

Jakarta,IDM - Sebanyak 267 perwira TNI (AD,AL,AU) lulusan pendidikan pertama (Dikma) Sekolah Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI tahun 2022 dilantik oleh Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dalam sebuah upacara pengambilan sumpah prasetya perwira (Praspa) yang digelar di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis (21/7).
Paja TNI yang dilantik terdiri dari 139 orang TNI AD (130 putra dan 9 putri), 45 orang TNI AL (38 putra dan 7 putri) dan 83 orang TNI AU (66 putra dan 17 putri). Acara pelantikan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Dalam amanatnya, Panglima TNI berpesan untuk selalu menjaga kehormatan TNI. “Pesan saya hanya satu, jaga kehormatan TNI, jaga diri, jaga kepercayaan dan kebanggaan orang tua kita, kita semua harus hati-hati selama dinas,” pesan Panglima TNI.
Mengutip keterangan Dispenau, Letda Sus Adam Dwi Ralianto merupakan lulusan terbaik matra udara, Letda Ckm dr. Hafizh Ridwan Maulana untuk matra darat. Sementara lulusan terbaik matra laut adalah Letda Laut (KH) Mokhamad Alrizado Rajabiantoro dan Letda Sus Wara A. Saskia Khaerunnisa menjadi lulusan terbaik Wanita TNI. (yas)
Hankam

KSAD dan Pangkostrad Sambangi Mabes Polri, Ada Apa?
KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita didampingi Pangkostrad Letjen TNI Iwan Setiawan menyambangi Mabes Polri untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































